| RI-China Kembangkan Pusat Kelautan | ||
| (2013-06-13) | ||
Deklarasi Kemitraan Strategis 2005 dan Plan of Action Kemitraan Strategis 2010 terbukti nyata telah berhasil memperkokoh hubungan bilateral RI-RRT dari tahun ke tahun. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sharif C. Sutardjo didampingi Dubes RI untuk RRT dan Mongolia, Imron Cotan saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi terkemuka RRT, pekan lalu. Kepada sejumlah pejabat tinggi RRT yaitu Menteri Pertanian RRT, Han Changfu, Administrator State Oceanic Administration RRT, Liu Cigui, Wakil Menteri Keuangan Zhu Guangyou, Wakil Menteri Pertanian, Niu Dun dan Dubes Chen Shiqiu, Menteri Sharif menyatakan bahwa Kedua dokumen tersebut menjadi panduan bagi kedua negara untuk melangkah ke depan menuju peningkatan hubungan yang saling menguntungkan. Selama ini, di bawah panduan Deklarasi Kemitraan Strategis 2005, hubungan dan kerja sama kedua negara di bidang kelautan dan perikanan menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan, yang antara lain ditandai dengan penandatanganan MOU mengenai kerjasama maritim dan MOU pengembangan Pusat Kelautan dan Iklim pada saat kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Beijing, Maret 2012 lalu. Lebih lanjut, pembentukan Komite Kerjasama Maritim (Maritime Cooperation Committee/MCC), juga menambahkan landasan yang kuat untuk mengembangkan kerjasama maritim kedua negara. "Dalam konteks ini, diharapkan agar RI-RRT dapat segera melakukan penandatanganan MOU Kerjasama Perikanan, yang selanjutnya dapat diikuti dengan Implementing Agreement untuk mengoperasionalkan bidang kerjasama perikanan dalam bentuk kegiatan yang saling menguntungkan dan mendukung pembangunan ekonomi dan sumber daya hayati kedua negara", sambut Menteri Sharif. Menggarisbawahi kesepakatan yang dicapai pada pertemuan MCC, Menteri Kelautan dan Perikanan RI juga menyinggung penggunaan dana dari Maritime Cooperation Fund untuk membiayai proposal Indonesia yang mendukung implementasi MOU Perikanan, khususnya di bidang prevention, deterrence, dan penghapusan illegal fishing. Dalam pertemuan MCC bulan Desember 2012 lalu, Pemerintah RRT telah sepakat untuk memberikan grant kerjasama maritim sebesar RMB 1 milyar (US$ 164 juta) dalam Maritime Cooperation Fund. Di samping itu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI juga memaparkan mengenai konsep blue economy yang diusung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, yang antara lain untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui peran laut. "Ke depan, Indonesia akan melakukan percepatan industrialisasi di bidang ini untuk meningkatkan investasi asing di sektor perikanan, serta meningkatkan nilai tambah terhadap sektor ini". Sementara itu, pejabat tinggi RRT yang berkesempatan melakukan pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, masing-masing menyatakan dukungannya terhadap peningkatan kerja sama perikanan dan maritim kedua negara. Lebih lanjut, juga digarisbawahi program kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan instansi terkait di RRT yang semakin menunjukkan peningkatan yang cukup berarti di antaranya adalah pembentukan Indonesia-China Center for Ocean and Climate (ICCOC) serta kelompok kerja untuk menyusun Rencana Aksi lima tahun. Pemerintah RRT juga menyatakan dukungannya terhadap konsep blue economy Indonesia dan siap bekerjasama dengan Pemerintah RI untuk mengembangkan konsep blue economy tersebut. Sejumlah pertemuan tersebut dilakukan dalam kunjungan kerja dua hari Menteri Kelautan dan Perikanan RI ke Beijing (12-13/05). Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI ke Tiongkok kali ini dimaksudkan untuk semakin meningkatkan hubungan dan kerjasama khususnya di bidang kelautan dan perikanan antara kedua negara. | ||
|








