Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Tentang Tiongkok Berita Kedubes
 
Info Kedubes
CV Duta Besar
Sambutan Dubes
Kontak Kami
Hubungan Bilateral
Sekilas Hubungan Bilateral
Kunjungan & Pertukaran
Dokumen Penting
Visa dan Urusan Konsul
Formulir Aplikasi Visa China
Pengumuman Penting
Panduan Pelayanan
Info Visa Tiongkok
Notaris & Legalisasi
Budaya, Pendidikan & IPTEK
Belajar di Tiongkok
Budaya Tiongkok
Pertukaran Iptek
Info Ekonomi & Perdagangan
Situs Seksi Komersial Kedubes
Forum Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-Indonesia
Links Terkait
Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya
DEPLU Tiongkok
Pemerintah Pusat Tiongkok
Tiongkok-ASEAN Expo
Boao Forum utk Asia
Kantor Berita Xinhua
Harian Rakyat Online
Radio Tiongkok Internasional(CRI)
China Daily
  Kunjungan & Pertukaran
Wakil PM Tiongkok Y.M. Li Keqiang Mengunjungi Indonesia
 (2008-12-23)

Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang mengunjungi Indonesia dari tgl Dec 20 sampai Dec 23, 2008. Dalam kunjungan ini, Li Keqiang telah mengadakan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla..

Wakil Perdana Menteri Li Keqiang dalam pertemuan dengan Presiden Susilo itu pertama-tama menyampaikan salam Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao kepada Presiden Susilo. Dinyatakan pula penghargaan tinggi kepada Presiden Susilo atas sumbangannya kepada pembinaan dan perkembangan kemitraan strategis Tiongkok-Indonesia. Dikatakannya, Presiden Hu Jintao dan Presiden Susilo tahun 2005 saling mengadakan kunjungan dan berhasil membina kemitraan strategis. Dengan demikian telah membuka era baru hubungan antara kedua negara, dan mengisi lembaran baru persahabatan rakyat kedua negara.

Dalam pertemuan itu Li Keqiang mengatakan, dalam kunjungan yang pertama kali di Indonesia ini, ia telah merasakan sendiri keramahan dan persahabatan rakayt Indonesia, dan sangat terkesan oleh kedinamisan ekonomi dan sosial di negeri ini. Tiongkok dan Indonesia adalah tetangga dekat yang bersahabat. Sebagai negara penting di kawasan Asia-Pasifik dan sesama negara besar berkembang, meningkatkan kerja sama antara kedua negara mempunyai arti penting bagi perdamaian, kestabilan dan perkembangan kedua negara, bahkan regional dan dunia.

Li Keqiang menyatakan, kerja sama kedua negara di bidang pembangunan infrastruktur dan pengembangan energi pada tahun-tahun belakangan ini menunjukkan momentum yang baik dan menjadi titik terang dalam kemitraan strategis antara kedua negara. Jembatan Surabaya-Madura yang sedang dibangun merupakan sebuah proyek simbolis kerja sama kedua negara. Ditinjau dari segi jangka panjang, kerja sama kedua negara di bidang ini memiliki potensi sangat besar dan prospeksi sangat luas. Tiongkok mendukung dan mendorong perusahaannya ambil bagian dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, bersedia berbagi pengalaman pembangunan Tiongkok dengan rakyat Indonesia, juga bersedia memberikan bantuan dalam batas kemampuannya kepada Indonesia.

Wakil Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan, krisis finansial kini sedang meluas dan menjalar ke sektor ekonomi riil. Dalam situasi yang serius seperti ini, meningkatkan kerja sama Tiongkok dan Indonesia untuk bersama-sama menghadapi tantangan mempunyai arti realistis yang penting. Tiongkok bersedia bersama Indonesia meningkatakan komunikasi dan dialog, memperdalam saling percaya dan kerja sama, terus menerus memciptakan situasi baru hubungan Tingkok-Indonesia.

Presiden Susilo menyatakan sambutan hangat atas kunjungan Wakil Perdana Menteri Li Keqiang. Dikatakannya, sejak ia dan Presiden Hu Jintao bersama-sama menegakkan kemitraan strategis antara kedua negara, hubungan kedua negara berkembang pesat, kerja sama terus diperluas. Ia yakin kunjungan Li Keqiang kali ini akan memberikan dorongan positif bagi perkembangan hubungan kedua negara. Presiden Susilo menyampaikan ucapan selamat atas sukses Tiongkok dalam menyelenggarakan Olimpiade Beijing dan menganggapnya sebagai kebanggaan seluruh rakayt Asia. Perkembangan Tiongkok tidak saja menguntungkan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok, juga mempunyai arti penting bagi perkembangan regional dan dunia. Pemerintah Indonesia menyatakan terima kasih kepada Tiongkok atas bantuannya bagi pembangunan ekonomi Indonesia. Krisis finansial dewasa ini menghadapkan kedua negara pada tantangan, tapi tepat seperti dikatakan dalam pepatah Tiongkok bahwa krisis mengandung peluang. Ia mengharapkan kedua negara dapat bersama-sama mencurahkan tenaga meningkatkan kerja sama dan menciptakan situasi baru hubungan bilateral.

Hari Senin tanggal 22 Desember lalu, Wakil Perdana Menteri Li Keqiang di Jakarta mengadakan pula pertemuan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada kesempatan itu, Li Keqiang mengajukan usul 6 butir untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang yang saling menguntungkan antara kedua negara. Pertama, meningkatkan perencanaan politik. Menyusun sebuah cetak biru yang menyeluruh, sempurna dan mudah dilaksanakan untuk mengimplimentasikan kerja sama pragmatis antara kedua negara untuk 5 tahun ke depan, dengan ini meletakkan dasar bagi pendorongan kerja sama ke arah yang lebih mendalam. Kedua, memeliahra pertumbuhan perdagangan. Dalam situasi melambannya pertumbuhan ekonomi global, perlu terus menjaga pertumbuhan relatif cepat nilai perdagangan bilateral untuk mendorong ekonomi negeri masing-masing mencapai kemajuan relatif cepat. Ketiga, mendorong kerja sama di bidang proyek penting perlistrikan, transportasi dan infrastruktur lainnya. Keempat, memperdalam kerja sama energi. Di atas dasar persamaan dan saling menguntungkan, mendorong lebih lanjut kerja sama energi antara kedua negara untuk mencapai perkembangan bersama. Kelima, mengembangkan kerja sama di bidang pertanian, perikanan, penerbangan, moneter dan bidang-bidang lainnya. Keenam, meningkatakan komunikasi dan koordinasi, bersama-sama mendorong kerja sama regional mencapai kemajuan baru.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan terima kasih kepada Wakil Perdana Menteri Li Keqiang yang memilih Indonesia sebagai negara pertama dalam rangkaian kunjungan kali ini. Ia menganggap kunjungan itu mempunyai arti penting bagi peningkatan lebih lanjut kemitraan strategis antara kedua negara. Kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok di berbagai bidang pada tahun-tahun belakangan ini mengalami kemajuan pesat, khususnya di bidang perlistrikan, pembangunan infrastruktur transportasi serta perminyakan dan gas alam. Indonesia menyatakan terima kasih kepada Tiongkok atas bantuannya kepada Indonesia. Kepada perusahaan Tiongkok diharapkan dapat dengan lebih aktif ambil bagian dalam pembangunan infrastruktur dan kerja sama energi di Indonesia. Dalam situasi semakin seriusnya ekonomi global dewasa ini, Indonesia dan Tiongkok perlu meningkatkan kerja sama untuk menghadapi tantangan resesi ekonomi global.

 ·  Wakil PM Tiongkok Y.M. Li Keqiang Mengunjungi Indonesia  (2008-12-23)
 ·  Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Zhang Qiyue Adakan Kunjungan Kehormatan kepada Gubernur Propinsi Bali Mangku Pastika  (2008-10-25)
 ·  Perusahaan Guangdong dan Indonesia Tandatangani Persetujuan Senilai 1,859 Miliar Dolar Amerika  (2008-09-05)
 ·  Spokesperson on the current situation in Indonesia (29/05/2001)  (2004-04-22)
 ·  Spokesperson on the reported large-scale riots in Indonesia(28/02/2001)  (2004-04-22)
 ·  Spokesperson on the declaration of the "independence of Papua" by the "Papuan People's Congress"(June 9, 2000)  (2004-04-22)
Topik Khusus
Tiongkok ABC
China Development Gateway: Sharing Information, Knowledge and Tools
China Today Magzine: Explaining China to the World
Tiongkok ABC (China ABC): Basic Knowlegde of China
China in Brief: Basic Information about China
Hubungan Tiongkok-ASEAN
Nilai Perdagangan Barang Ekspo Tiongkok-ASEAN Ke-6 Lebih 1,6 Miliar Dolar AS
Ekspo Tiongkok-ASEAN Sedikan Pelayanan Pesawat Carter
Kerja Sama Regional Taktik Tepat Penanggulangan Krisis Moneter
Ekspo Tiongkok-ASEAN Berperan Sebagai Platform dan Jembatan Diakui Berbagai Kalangan Kamboja
2010 Expo Shanghai
Persiapan Ekspo Dunia Shanghai Berlangsung
2010 Expo Shanghai Official Website
Belajar Bahasa Mandarin
Pelajaran Ke-5:Memperkerankan Anggota Keluarga
Pelajaran Ke-4:Menyatakar;terima kasih;maaf
Pelajaran Ke-3: Tanya Nama
Pelajaran Ke-2: Menyampaikan Salam
More...