Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Terkini Aktivitas Kedubes
 
Home > Berita Terkini
Upah Minimum Naik di Negara-Negara Asia Tenggara
2012/12/17

Mulai 1 Januari 2013, beberapa negara di Asia Tenggara akan meningkatkan standar upah minimum, Standar upah minimum regional (UMR) Bangkok dan beberapa daerah lainnya di Thailand April lalu naik menjadi 300 Bath (US$ 9,7) per hari. Upah minimum itu akan diberlakukan di seluruh negeri Thailand mulai 1 Januari tahun depan. Sedangkan UMP Jakarta juga ditetapkan naik dari Rp 1,53 juta menjadi Rp 2,2 juta, atau mengalami kenaikan sebesar 44 persen. Vietnam juga akan menaikkan upah minimum dari US$ 79 menjadi US$ 113 per bulan, sedangkan untuk kota Hanoi dan Ho Chi Minh akan mengalami kenaikan sebesar 35 persen menjadi US$129 per bulan. Mulai Januari tahun depan, Malaysia akan pertama kali memberlakukan sistem UMR, dengan standar untuk Kuala Lumpur adalah sebesar 900 ringgit (US$ 300).

Sebelumnya di sektor industri padat karya di Asia Tenggara biasanya diberlakukan sistem UMR rendah, yang umumnya tidak sampai US$ 200 per bulan. Kenaikan UMR itu kemungkinan akan lebih awal mengakhiri keunggulan Asia Tenggara di bidang tenaga kerja murah.

Dikhawatirkan kenaikan standar UMR akan ikut menaikkan biaya hidup di Asia Tenggara, sehingga tingkat inflasi terus melambung. Bank Credit Suisse memperkirakan, upah tenaga kerja Thailand akan mengalami kenaikan 10 persen pada 2013, menambah kenaikan sebesar 12 persen sepanjang 2012. Level inflasi rata-rata Thailand pada tahun depan dikhawatirkan akan naik dari 4,3 persen sepanjang 2012 menjadi 5,7 persen pada 2013. Bagaimana pun juga, level kenaikan upah di negara-negara Asia Tenggara masih dalam batas terkendali, dan masih jauh lebih rendah daripada UMR yang berlaku di negara-negara Barat.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengingatkan, sekitar 100 ribu tenaga kerja akan di-PHK setelah kenaikan UMP diterapkan. Menurut media Thailand, Menteri Perburuhan Thailand memperkirakan, hampir 50 ribu karyawan di 2.193 perusahaan skala kecil dan menengah di negeri itu akan terpengaruh kebijakan kenaikan UMR. Sektor yang paling rawan adalah sektor pembuatan suku cadang otomotif, produksi biasa, sektor grosir dan ritel, serta industri konstruksi dan pengolahan makanan.

Suggest to a friend
  Print