Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Tentang Tiongkok Berita Kedubes
 
Home > Berita Tentang Tiongkok
Sambutan Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-58 Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok
2007/10/01

YM. Lan Lijun, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RRT untuk RI

Pada Hari Ulang Tahun Ke-58 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, saya atas nama Kedutaan Besar RRT di RI dan nama pribadi saya sendiri mengucapkan terima kasih yang tulus ikhlas kepada tokoh-tokoh berbagai kalangan masyarakat Indonesia yang selamanya mencurahkan perhatian dan memberikan dukungan terhadap perkembangan Tiongkok, serta mendorong maju persahabatan dan kerjasama Tiongkok-Indonesia.

Selama hampir 30 tahun pelaksanaan reformasi dan pintu-terbuka,keadaan sosial ekonomi RRT telah mengalami perubahan yang luas dan mendalam. RRT telah mewujudkan transformasi dari sistem ekonomi berencara ke sistem ekonomi pasar sosialis, dari ekonomi tertutup atau semi tertutup ke ekonomi terbuka, serta mengubah kehidupan rakyat yang serba kekurangan menjadi berkecukupan. Sementara itu sistem politik, kebudayaan dan sosial mencapai kemajuan signifikan dan pembangunan modernisasi meraih prestasi raksasa yang menarik perhatian dunia. Dari tahun 1978 sampai 2006, GDP RRT bertambah rata-rata 9,7% per tahun, Volume perdagangan impor ekspor melonjak dari US$ 20,6 milyar sampai US$ 1,76 triliun, jumlah penduduk miskin di desa menurun dari 250 juta sampai 20 juta orang. Pada separuh pertama tahun 2006, GDP meningkat 11,5%, volume perdagangan impor ekspor meningkat 23,3%, dan nilai investasi asing dalam realisasi meningkat 12,2%. Kenyataan tersebut telah membuktikan bahwa pengembangan ekonomi RRT yang sehat dan stabil tidak hanya menguntungkan 1,3 milyar rakyat RRT, tetapi juga memberikan peluang bisnis besar bagi negara-negara di seluruh dunia dan mendorong maju ekonomi dunia. Pengalaman praktek reformasi selama hampai 30 tahun terakhir ini menunjukkan bahwa kami telah menemukan jalan perkembangan tepat yang sesuai dengan kondisi RRT dan tren perkembangan aliran zaman.

Kendati mencapai prestasi besar, kami menyadari sepenuhnya bahwa RRT adalah negara yang sedang berkembang dan menghadapi banyak kesulitan dan tantangan dalam pengembangan. Makanya pemerintah RRT mengemukakan gagasan pembangunan " Masyarakat Harmonis" dan berkomitmen untuk menjalankan kebijakan reformasi dan pintu-terbuka, mengembangkan demokrasi, menyempurnakan sistem hukum, mengubah pola pengembangan ekonomi dan berupaya membangun masyarakat yang hemat daya, ramah lingkungan, menegakkan hukum, demokratis dan adil. Saat ini pemerintah RRT bermanuver meningkatkan siklus sistem sosial ekonomi dan sistem ekologi untuk mendorong maju perkembangan sosial ekonomi dan kehidupan pribadi secara menyeluruh.

Pemerintah Tiongkok dengan teguh membela kedaulatan negara dan keutuhan wilayah. "Reunifikasi secara damai, satu negara dua sistem" adalah pedoman dasar untuk penyelesaian masalah Taiwan. Dalam hal ini, Pemerintah Tiongkok bersedia dengan ketulusan hati semaksimalnya dan berusaha sekeras-kerasnya, supaya penyatuan kembali tanah air secara damai dapat terwujud. Pemerintah Tiongkok dengan tegas menentang intrik yang ingin memisahkan Taiwan dari Tiongkok, menentang "Referendum Taiwan Masuk PBB" serta "Kemerdekaan Taiwan secara de jure" dalam bentuk apapun. Sejak tahun yang lalu, Daratan Tiongkok sudah mengambil serangkaian kebijaksanaan dan tindakan penting untuk mendorong maju pertukaran dan kerjasama dengan Taiwan dan menjalin hubungan damai dan stabil antara kedua belah Selat Taiwan. Misalnya Kami melakukan pertukaran dan dialog dengan partai-partai politik Taiwan yang menentang "Kemerdekaan Taiwan" dan berkehendak memperbaiki hubungan kedua belah Selat Taiwan, berturut-turut berhasil menyelenggarakan Forum Perdagangan dan Forum Kerjasama Pertanian Kedua Belah Selat Taiwan, serta mengeluarkan dan mengimplementasi lagi serentetan kebijaksanaan demi kesejahteraan saudara Taiwan, yang disambut baik oleh saudara Taiwan dan dipuji oleh masyarakat international. Pada tahun 2006, volume perdagangan tidak langsung kedua belah Selat Taiwan untuk pertama kali terobos US$ 100 milyar, jumlah penduduk Taiwan yang mengunjungi Daratan Tiongkok melampaui 4,4 juta orang/kali sedangkan jumlah penduduk Daratan yang berkunjung ke Taiwan lebih dari 200 ribu orang/kali. Pemerintah dan rakyat Tiongkok mempunyai keyakinan penuh bahwa penyatuan tanah air pasti dapat tercapai asal saja orang Tiongkok berusaha bersama karena rakyat kedua belah Selat Taiwan adalah sesama budaya dan nenek moyang.

Tiongkok dengan teguh menjalankan kebijakan luar negeri yang damai, bebas dan independen, mendorong maju hubungan persahabatan dan kerjasama dengan berbagai negara berdasarkan lima prinsip hidup berdampingan secara damai. Tiongkok senantiasa memegang teguh prinsip politik luar negeri yang "berukun dan berdamai dengan tetangga serta memakmurkan bersama dengan tetangga", melaksanakan kebijakan yang "berkerukunan dengan tetangga, menenteramkan tetangga dan menjadi kaya bersama dengan tetangganya", memperdalam saling kepercayaan, dan mempererat kerjasama saling menguntungkan dengan negara-negara Asia pada umumnya dan negara ASEAN pada khususnya. Kami akan berusaha memelihara perdamaian dan ketenteraman di Asia, serta mendorong maju pengembangan dan kemakmuran bersama.

Yang patut disebutkan ialah, pada Oktober 2006, pemimpin-pemimpin Tiongkok dan 10 negara ASEAN berkumpul bersama di Nanning, Tiongkok untuk menghadiri "KTT Peringatan Ulang Tahun Ke-15 Terjalinnya Hubungan Kemitraan Dialog Tiongkok-ASEAN". Dalam KTT tersebut, selain ditandatangani Pernyataan Bersama KTT Peringatan Tiongkok-ASEAN, ditinjau kembali pula hubungan persahabatan Tiongkok-ASEAN dan ditarik kesimpulan atas pengalaman kesuksesan, serta diramalkan dan dirancangkan pengembangan hubungan bilateral di masa yang akan datang.

Hubungan kemitraan strategis Tiongkok dan Indonesia sedang berkembang pesat dan sehat. Pimpinan tingkat tinggi kedua negara sering mengadakan pertemuan sehingga kepercayaan politik antara kedua pihak semakin mendalam. Dalam KTT Tidak Resmi Ke-15 APEC yang belum lama berselang, Y.M. Presiden Hu Jintao dan Y.M. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengadakan pertemuan. Pada bulan Juni dan September tahun ini Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berturut-turut melakukan kunjungan resmi ke Tiongkok. Kerjasama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara mengalami perkembangan yang pesat. Volume perdagangan bilateral tahun 2006 mencapai US$19,06 milyar, meningkat 13,5%. Dalam 6 bulan pertama tahun 2007, volume perdagangan bilateral sudah mencapai US$14,1 milyar, atau meningkat 39,5% daripada periode yang sama, volume perdagangan bilateral tahun 2007 akan melampaui US$20 milyar. Kedua negara kita telah menjajaki kemungkinan peningkatan kerjasama di bidang perdagangan, energi, pembangunan infrastruktur dan lain sebagainya melalui mekanisme bilateral yang sudah terbentuk, antara lain Komisi Bersama Perdagangan dan Ekonomi, Forum Energi dan lain-lainnya. Kedua pihak juga membentuk Komisi Peningkatan Investasi Bilateral untuk memperdalam dan memperluaskan kerja sama perdagangan dan ekonomi Tiongkok-Indonesia. Rapat ke-9 Komisi Gabungan Perdagangan dan Ekonomi Tiongkok-Indonesia telah berhasil diselenggarakan pada tanggal 25 September ini. Kerjasama di bidang iptek, militer, budaya, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya telah diperluas dan diperkokoh. Pertukaran pergaulan antara pemerintah daerah dan rakyat kedua negara semakin erat.

Ketua negara kita telah memperluas kerjasama dan meningkatkan koordinasi baik dalam urusan regional maupun internasional. Tiongkok senantiasa mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk memelihara kesatuan negera, persatuan bangsa dan pemulihan ekonomi dan sangat mementingkan perkembangan hubungan kemitraan strategis Tiongkok-Indonesia yang mantap dalam jangka panjang, saling percaya dan saling menguntungkan. Dewasa ini, kedua belah pihak sedang menyusun Rencara Aksi Hubungan Kemitraan Strategis Tiongkok-Indonesia dimana akan ditetapkan titik berat, tugas dan tujuan supaya kerjasama di berbagai bidang ditingkatkan secara lebih lanjut.

Sebagai negara berkembang yang terbesar di dunia, Tiongkok akan mewujudkan perkembangan melalui usaha diri sendiri. Tentu saja, pengembangan Tiongkok tak terlepas dari Asia dan dunia, sedangkan kebangkitan Asia dan perkembangan dunia juga memerlukan Tiongkok. Setelah menjadi negara lebih maju dan kuat, barulah Tiongkok dapat memberikan sumbangan yang lebih besar bagi dunia pada umumnya, dan Asia pada khususnya. Tiongkok akan konsisten menempuh jalan pengembangan secara damai, menjunjung tinggi panji perdamaian, pengembangan dan kerjasama. Kami akan bekerja secara senasib sepenanggungan dengan negara lain untuk membangun suatu dunia yang harmonis.

Suggest to a friend
  Print