Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Terkini Aktivitas Kedubes
 
Home > Berita Terkini
Dubes Xiao Qian:Tiongkok Mempertahankan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas
2019/03/05

Pada tanggal 2 Maret, Harian Kompas terbit artikel Dubes Xiao Qian berjudul Tiongkok Mempertahankan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas. Full text sebagai berikut:

Tiongkok Mempertahankan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas

Performa ekonomi Tiongkok sepanjang tahun 2018 secara umum dalam keadaan stabil serta menunjukkan kecenderungan peningkatan. Perekonomian Tiongkok juga memiliki momentum dan potensi untuk terus berkembang, dengan tendensi penguatan dalam hal stabilitas, sinkronisasi, dan keberlanjutan. Hal ini terungkap dalam data ekonomi makro Tiongkok 2018 yang dirilis Biro Statistik Nasional Tiongkok pada Januari 2019.

Performa ekonomi Tiongkok ini dipertahankan dalam rentang yang cukup rasional dan masih sesuai dengan target pertumbuhan yang sudah direncanakan. PDB Tiongkok untuk kali pertama menembus angka 90 triliun yuan (US$ 13,6 triliun) pada tahun 2018, atau mengalami pertumbuhan sebesar 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan ini telah sesuai target pertumbuhan pada kisaran 6,5 persen. Tingkat pertumbuhan Tiongkok yang pesat ini masih menempatkan Tiongkok pada barisan terdepan ekonomi utama dunia. Neraca pembayaran internasional Tiongkok secara umum juga dalam keadaan seimbang, dengan ekspor maupun impor sama-sama mempertahankan pertumbuhan yang relatif pesat. Volume ekspor dan impor barang komoditas Tiongkok sepanjang 2018 mencapai nilai 30,5 triliun yuan, atau bertumbuh 9,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 inilah, untuk kali pertama volume ekspor dan impor barang komoditas Tiongkok menembus angka 30 triliun yuan. Pertumbuhan di bidang ekspor tercatat sebesar 7,1 persen, sedangkan impor 12,9 persen.

Selain itu, ketersediaan lapangan pekerjaan di Tiongkok juga dalam keadaan stabil, dan terdapat perbaikan nyata dalam kualitas kehidupan masyarakat. Sepanjang tahun 2018, pertumbuhan kesempatan kerja di perkotaan mencapai 13,6 juta, yang artinya telah mempertahankan tingkat pertumbuhan di atas 13 juta selama enam tahun berturut-turut. Tingkat pengangguran Tiongkok dipertahankan pada kisaran 5 persen, telah memenuhi target untuk menjaga angka pengangguran di bawah 5,5 persen, serta masih lebih rendah daripada angka pengangguran rata-rata di dunia. Pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income) per kapita warga Tiongkok adalah sebesar 28.228 yuan, atau mengalami pertumbuhan real sebesar 6,5 persen, dan masih lebih pesat daripada pertumbuhan PDB nasional.

Struktur ekonomi Tiongkok juga terus mengalami perbaikan. Sektor industri tersier (sektor jasa) mengalami pertumbuhan sebesar 7,6 persen sepanjang tahun 2018, atau menduduki 52,2 persen dari PDB dan berkontribusi menyumbang 59,7 persen pertumbuhan PDB. Pengeluaran konsumsi akhir (final consumption expenditure) juga berkontribusi sebesar 76,2 persen terhadap pertumbuhan PDB, dan mengalami peningkatan sebesar 18,6 basis poin dibanding tahun sebelumnya. Sektor konsumsi telah mengambil peranan yang semakin besar sebagai motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

Di samping itu, sektor momentum baru dalam perekonomian Tiongkok juga mengalami pertumbuhan pesat. Dalam tiga kuartal pertama 2018, rata-rata terdapat 18 ribu perusahaan baru setiap harinya, dan angka ini merupakan rekor tertinggi sejauh ini. Sektor industri manufaktur teknologi tinggi, sektor industri baru strategis, dan sektor industri manufaktur peralatan masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 11,7 persen, 8,9 persen, dan 8,1 persen. Sektor ekonomi baru Tiongkok juga telah memegang peranan yang semakin besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, misalnya produk inovatif menggunakan kecerdasan buatan, teknologi inovatif internet menggunakan 5G, dan sektor industri jasa baru yang menggunakan media baru.

Aksi proteksionisme dan unilateralisme semakin marak dewasa ini, dan telah mendatangkan naiknya faktor instabilitas di tingkat global. Terkait hal ini, Presiden Tiongkok Xi Jinping pernah menjelaskan, “Ekonomi Tiongkok adalah sebuah samudra luas, bukan sebuah kolam kecil. Angin dan badai bisa mengguncang kolam kecil, tetapi tidak mungkin sanggup mengguncang samudra.” Performa ekonomi Tiongkok merupakan hasil dari upaya aktif Tiongkok untuk mengatur perekonomian Tiongkok dalam proses menuju fase pertumbuhan berkualitas tinggi. Dalam Pertemuan Tahunan World Economic Forum 2018, ekonom utama IMF Mr. Gita Gopinath telah menyatakan bahwa data pertumbuhan PDB Tiongkok 2018 sejalan dengan prediksi IMF. “Kami belum menemukan gejala perlambatan tajam dalam perekonomian Tiongkok,” kata Gopinath, “Situasi ini sejalan dengan tingkat kematangan ekonomi Tiongkok, juga sedang berada dalam proses mewujudkan penyeimbangan kembali perekonomian mereka.”

Tentu saja, baik buruknya situasi ekonomi atau prospek sebuah negara tidak cukup hanya dilihat dari tingkat pertumbuhan ekonominya, tetapi juga harus mempertimbangkan kualitas dan potensi pertumbuhannya. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada saat ini secara angka nominal absolut sebenarnya masih lebih besar daripada masa sepuluh tahun silam. Menurut prediksi IMF, kontribusi ekonomi Tiongkok terhadap pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2018 telah mengalami pertumbuhan sebesar 30 persen. Dalam beberapa tahun terakhir ini, pertumbuhan GDP Tiongkok setiap tahunnya telah setara dengan volume ekonomi total sebuah negara berkembang berskala besar. Menurut perhitungan Bloomberg, volume pertumbuhan PDB Tiongkok pada tahun 2018 mencapai US$ 1,4 triliun, yang masih lebih besar daripada angka PDB total Australia pada tahun 2017.

Setelah mengalami pertumbuhan pesat selama 40 tahun berturut-turut, perekonomian Tiongkok sudah tidak bisa dibandingkan lagi dengan pada masa silam dalam hal skalanya, tingkat kedalamannya, dan fleksibilitasnya. Stabilitas dan keberlanjutan ekonomi Tiongkok juga terus mengalami peningkatan signifikan. Tiongkok memiliki pasar konsumsi yang paling potensial di dunia, sumber daya manusia yang sangat kaya, tenaga kerja terampil dalam jumlah besar, infrastruktur yang memadai, serta sistem sektor industri yang paling lengkap. Sektor momentum baru juga telah menduduki porsi sepertiga dalam kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Tiongkok pada saat ini sedang mempercepat pembaruan dan transformasi ekonomi menuju pertumbuhan yang berkualitas tinggi. Seiring dengan upaya Tiongkok untuk memperluas reformasi dan kebijakan pintu terbuka, Tiongkok terus melakukan reformasi struktural pada sektor penyediaan, serta menggenjot pertumbuhan sektor momentum baru dalam pertumbuhan ekonominya. Tiongkok juga terus meningkatkan potensi dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Tiongkok memiliki kondisi, potensi, dan kemampuan untuk terus mempertahankan pertumbuhan yang stabil ini.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang sehat dan stabil juga turut berperan dalam mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dengan pihak Indonesia. Volume perdagangan bilateral Tiongkok—Indonesia pada tahun 2018 tercatat sebesar US$ 77,4 miliar. Selama delapan tahun berturut-turut Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar bagi Indonesia. Jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia juga terus mengukir rekor tertinggi, dan pada saat ini telah melebihi 2 juta kunjungan dalam setahun. Kunjungan wisatawan Tiongkok ini telah mendatangkan devisa yang signifikan bagi Indonesia. Investasi langsung Tiongkok ke Indonesia telah mencapai US$ 2,35 miliar, dan telah menciptakan kesempatan kerja yang sangat besar bagi Indonesia. Kedua negara sama-sama merupakan negara berkembang berskala besar dan sama-sama termasuk emerging economies, sehingga keduanya bisa saling menjadi kesempatan bertumbuh bagi satu sama lain. Kami sangat berharap perekonomian kedua negara bisa terus mengalami pertumbuhan yang stabil, dan kedua negara juga bisa terus meningkatkan kerja sama nyata yang lebih luas di berbagai bidang, sehingga bersama-sama mewujudkan kemakmuran bagi rakyat masing-masing.

Suggest to a friend
  Print