Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Tentang Tiongkok Berita Kedubes
 
Home > Info Kedubes > Sambutan Dubes
Pidato Dubes RRT Pada Acara Peresmian Kantor Penghubung PPICh Wilayah Sumatera Bagian Utara, di Medan (2002/1/19)
2004/04/22



Saya merasa sangat gembira diundang untuk menghadiri acara Peresmian Kantor Penghubung PPICh Sumbagut, dan pada kesempatan yang cukup menggembirakan ini, saya atas nama saya sendiri dan istri saya, atas nama rekan saya dan seluruh anggota Kedubes RRT di RI mengucapkan selamat sehangat-hangatnya kepada PPICh dan Kantornya Sumbagut, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan salam sebaik-baiknya kepada pemerintah dan rakyat RI, teman-teman PPICh, terutama pimpinan pemerintah daerah dan militer berserta sahabat-sahabat berbagai kalangan masyarakat dari 4 propinsi di Pulau Sumatra.

Sejarah pergaulan Tiongkok dan Indonesia sudah lama, masyarakat kedua bangsa kita pertama kali menjalin kontak justru di Pulau Sumatra. Pada abad ke 5 sampai ke 7 selama kejayaan kerajaan Sriwijaya di Indonesia, Pendeta Fa-hsien dan I-tsing dari Tiongkok pernah datang belajar kitab-kitab agama Budha di Sumatera. Sejak terjalinnya hubungan diplomatik kedua negara kita tahun 1950, terutama selama 10 tahun lebih sejak pemulihan hubungan diplomatik tahun 1990, berdasarkan jiwa memandang jauh ke masa depan, kedua pihak bersama membuka lembaran baru bagi hubungan kedua negara melalui memperkuat persahabatan, memperdalam saling-pengertian, meningkatkan saling-percaya dan memperluas kerjasama. Kerjasama multidimensional antara kedua negara di bidang politik, ekonomi, militer maupun kebudayaan sedang berkembang secara horizontal dan vertikal. Kunjungan timbal balik tingkat tinggi mencapai puncak baru dalam 2 tahun terakhir ini. Pada akhir tahun 1999, Presiden RI Abdurrahman Wahid berhasil berkunjung ke RRT dengan sukses dan mencapaikan kesepahaman mengenai penggalangan hubungan kerjasama yang menyeluruh, bertetangga baik, dan saling percaya dalam jangka panjang. Pada pertengahan tahun 2000 Wakil Presiden RRT Mr. Hu Jintao melakukan kunjungan resmi ke RI atas undangan Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri dan kunjungannya mendapat sukses yang cukup memuaskan. Pada balan November tahun 2001 Perdana Menteri Mr. Zhu Rongji memenuhi undangan Presiden RI Megawati Sukarnoputri dan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Selama kunjungan PM RRT di Indonesia, kedua pihak menandatangani MOU tentang kerjasama pertanian, Persetujuan Penghindaran pajak berganda dan pencegahan pengelakan pajak, MOU tentang kerjasama Bank Sentral kedua negara, Persetujuan kerjasama kebudayaan, MOU tentang rencana pengaturan pelaksanaan perjalanan wisata luar negeri warga negara Tiongkok ke Indonesia dls. Semua ini menandakan bahwa hubungan Tiongkok-Indonesia sedang berkembang maju ke tingkat kerjasama yang menyeluruh, bertetangga baik dan saling percaya.

Perdagangan kedua negara berkembanga cepat juga. Pada waktu pemulihan hubungan diplomat tahun 1990, nilai perdagangan bilateral USD1,18 milyar, pada tahun 2000 sudah mencapai USD7,46 milyar. Nilai perdagangan bilateral Januari sampai November tahun 2001 kurang lebih USD 6,23 milyar. Dewasa ini kedua negara sudah menjalin kerjasama dalam proyek konkret antara lain di bidang tenaga nuklir, penginderaan jauh, laser, telekomunikasi, pertanian, perbiakan bibit unggul pohon, perlindungan linkungan hidup, seismologi, kalibrasi, pertambangan dsb. Menurut statistik pihak Indonesia, pada tahun lalu Tiongkok sudah meloncat menjadi negara tujuan expor No-6 terbesar dan negara pengimpor No 5 terbesar produk non-migas bagi Indonesia. Hal ini memang membuktikan bahwa ekonomi kedua negara saling mengisi dan perdagangan bilateral berpotensi sangat besar, kedua pihak mempunyai prospek kerjasama yang sangat luas dalam bidang pertanian, perikanan, pembangunan infrastrutur perhubungan dan informasi, pengembangan sumber daya alam(SDA) dan manusia(SDM), usaha pariwisata, pendidikan, iptek dll.

Seiring dengan perkembangan menyeluruh hubungan persahabatan dan kerjasama kedua negara, pergaulan dan kerjasama  antara pemerintah daerah kedua negara di tingkat propinsi dan kota berkembang pesat, pertukaran persahabatan antara masyarakat juga semakin aktif. Semua ini sudah menjadi salah satu ciri-ciri khas dan tanda bagi perkembangan mendalam hubungan kedua negara. Pada tahun 2000, 12 gubernur dari Indonesia memimpin 13 delegasi tingkat propinsi mengunjungi Tiongkok, sedangkan dari pihak kami juga ada sejumlah delegasi pemerintah daerah berkunjung ke Indonesia pada tahun terakhir ini, antara lain dari kota Beijing, Shanghai, Propinsi Fujian, Hubei, Hainan, Guangdong, Guangxi, Xinjiang, Jilin, Shandong dll. Beijing dan Jakarta sebagai Kota Saudara sudah menandatangani rencana kerjasama dan pertukaran untuk tahun 2000-2001. Sekarang antara Kota Shanghai dan Propinsi Jawa Timur, Propinsi Hunan dan Propinsi Nusatenggara Barat, Propinsi Fujian dan Propinsi Jawa Tengah, Propinsi Guangdong dan Propinsi Sumatra Utara masing-masing sudah ditandatangani MOU tentang terjalinnya hubungan persahabatan. Selain itu sejumlah propinsi dan kota di Pulau Sumatera sedang merundingkan penggalangan hubungan persahabatan serupa dengan pemerintah daerah Tiongkok.

Setelah didirikan pada tahun 2000, PPICh sudah bekerja banyak secara efektif dan bermanfaat untuk meningkatkan saling pengertian dan pertukaran persahabatan masyarakat kedua negara, antara lain dikirimnya delegasi ke Tiongkok untuk menghadiri acara Perayaan Hari Nasional RRT, diundangnya rombongan kesenian Tiongkok ke Indonesia untuk mengadakan pertunjukan, diselenggarakannya acara peringatan untuk merayakan HUT ke-50 dan ke-51 hubungan diplomatik kedua negara dls. PPICh mensosialisasikan seluas-luasnya persahabatan Tiongkok dan Indonesia dan berusaha keras untuk meningkatkan kerjasama antara masyarakat kedua negara. Hari ini dengan diresmikannya kantor penghubung PPICh Sumbagut dicerminkan bahwa hubungan kedua negara semakin berkembang mendalam, dan persahabatan antara masyarakat kedua negara semakin menjadi kesepahaman rakyat. Saya berharap semoga PPICh terus berkembang, terus memperkuat diri, supaya memberikan sumbangan lebih besar dalam meningkatkan saling pengertian dan pertukaran antara masyarakat kedua negara.

Semoga Republik Indonesia makmur, rakyatnya sejahtera.

Semoga 4 Propinsi tersebut di Pulau Sumatera maju terus dan semakin eratnya kerjasama dan persahabatan antara mereka dengan Tiongkok.

Semoga Kantor Penghubung PPICh Sumbagut sukses.

Semoga para hadirin sehat walafiat dan lancar sekses.

Hidup persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia.

Terima kasih.

Suggest to a friend
  Print