Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Tentang Tiongkok Berita Kedubes
 
Home > Info Kedubes > Sambutan Dubes
Gambaran Kemajuan Sejarah yang Megah Meriah--Pidato Dubes RRT Chen Shiqiu dalam Resepsi Peringatan HUT ke-50 Pembebasan Tibet secara Damai(2001/6/6)
2004/04/22

Bapak-bapak Ibu-ibu,
Hari ini kita berkumpul ria di sini, bersama-sama merayakan HUT ke-50 Pembebasan Tibet secara Damai. Dengan kesempatan ini saya harap Bapak sekalian bisa mendapat pengertian yang lebih objektif dan mendalam.
Tiongkok merupakan suatu negara kesatuan yang banyak beretnis. Sejak jaman guno Tibet adalah bagian Tiongkok yang tak terpisahkan. Pada tanggal 23 Mei, 1951 pemerintah pusat dan pemerintah daerah Tibet menandatangani “Persetujuan Cara Pembebasan Tibet secara Damai ” the Agreement of the Central People’s Government and the Local Government of Tibet on Measures for the Peaceful Liberation of Tibet (karena terdiri dari 17 pasal singkatannya “Persetujuan Berpasal 17” 17-Artiate Argeement), persetujuan ini melambangkan pembebasan Tibet secara damai dan terwujudnya persatuan etnis Tibetan dengan etnis-etnis lain Tiongkok. Selama 50 tahun ini, Tibet mengalami reformasi demokratik dan buka pintu dan perombakan sosial lainnya dalam keluarga besar negara sosialis Tiongkok. Pembangunan dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan, agama mancapai kemajuan yang menjadi perhatian seluruh dunia. Tibet baru memasuki masa yang paling cepat dan paling baik perkembangannya dalam sejarah di mana rakyat menjadi tuan atas nasib sendiri.
Sebelum Pembebasan, Sistem sosial, politik, ekonomi Tibet merupakan sistem tani hamba feodal di mana agama dan politik bersatu dan pendeta bersama bangsawan berkuasa. Ke 3 Tuan feodal besar yang jumlahnya belum sampai 5% dari seluruh penduduk Tibet menpunyai semua sarana produksi dan tani hamba. Tani hamba yang jumlahnya melampaui 95% dari seluruh penduduk bukan hanya tidak memiliki sarana produksi, tapi juga tidak mempunyai kebebasan pribadi, bisa saja dijual, diberi dan ditangani semau tuannya. Banyak tani hamba meronta-ronta di ambang kematian. Dalam kitab hukum Tibet yang lalu manusia dibedakan dalam 3 kelas, setiap kelas masih terbagi dalam 3 tingkat. Manusia kelas tinggi diwakili oleh ke-3 tuan feodal besar yang berharga  seberat emas tubuhnya, sedangkan manusia kelas bawah hanya diberi harga sama dengan tali rami. Bisa kelihatan di mana saja tani hamba diungkil mata, dipotong lidah, tangan, atau kaki, bahkan digoreng dengan minyak mendidih dalam kuali besan.
Berdasarkan prinsip “Persetujuan Berpasal 17” dan desakan reformasi dari masyarakat tani hamba, pada tahun 1959 di Tibet dilaksanakan reformasi demokratik. Tindakan ini menandakan bahwa tani hamba yang dirampas semua haknya secara turun-kemurun untuk pertama kalinya mendapat hak bertuan atas diri sendiri dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan dan bidang lainnya. Pada September 1965, terbentuklah Daerah Otnomi Tibet. Ini merupakan tanda bahwa tanda Tibet barhasil menyelesaikan perubahan dari sistem tani hamba feodal ke tingkat fase pertama sosialisme selama 15 tahun setelah Pembebasan.
Selama 30 tahun lebih setelah berdirinya daerah otonomi Tibet, rakyat Tibet bersama rakyat lainnya setanah air bukan hanya menikmati semua hak kewarganegaraan dan hak politik yang terjamin oleh konstitusi, tetapi juga menikmati hak-hak khusus untuk daerah otonomi suku minoritas yang terjamin oleh perundang-undangan dan hukum. Kader etnis Tibetan bertambah banyak dengan cepat sehingga pada tahun 1998 jumlah kader etnis Tibetan dan etnis minoritas lainnya merupakan 74,9% dari jumlah total kader di Tibet. Wanita Tibet menikmati hak politik yang luas dan sama dengan pria. Sekarang kader perempuan mencapai 32.8% dari seluruh kader Tibet. Kebebasan beragama rakyat Tibet dihormati dan dilindungi. Sejak 1980an pemerintah pusat menyediakan dana sejumlah 300 juta RMB lebih dan emas, perak dalam jumlah banyak untuk memperbaiki dan melestasikan istana POTALA, wihara DAZHAO dan wihara lainnya. Sekarang di Tibet terdapat 1700 lebih tempat ibadah, agar penganut agama di Tibet bisa melaksanakan kegiatan beragama. Pemerintah pusat selalu mementingkan, melindungi, dan mengembangkan kebudayaan tradisional Tibet yang unggul dan sudah mengambil serangkaian tindakan untuk menghargai, memproteksi dan memakmurkan kebudayaan tradisional etnis. Antar lain sebagai berikut, warisan kebudayaan dan kesenian rakyat Tibet sudah disensus, dikumpulkan, disusun, ditelidiki dan diterbitkan secara menyeluruh dan sistematis; Belajaran dan pengajaran dalam bahasa Tibet atau dalam dwi bahasa (bahasa Tibet dan bahasa mandarin) tercantum secara jelas dalam ketetapan untuk secara nyata melindungi kebebasan penggunaan dan pengembangan bahasa etnis Tibet secara efektif. Pemerintah pusat menghormati adat istiadat etnis Tibetan, dan menjalankan kebijakan keluarga berencana(KB) khusus di Tibet, yaitu hanya menganjurkan keluarga berencana terhadap kader dan pegawai saja, namun sama sekali tidak terlaksanakan terhadap kaum tani dan gembala yang mencakup 88% dari seluruh penduduk etnis Tibetan, cuma dipropagandakan penghamilan kelahiran dan pemeliharaan anak sehat secara rasional dan baik. Terhadap daerah perbatasan Tibet di mana penduduknya sedikit tidak dipropagandakan KB sama sekali. Selama tahun-tahun ini angka kelahiran dan laju pertambahan wajar selalu lebih tinggi daripada tingkat kenaikan rata-rata negara. Pada saat Pembebasan Tibet, jumlah penduduknya hanya sekitar 1 juta, sekarang sudah mencapai 2,62 juta. Jumlah penduduk Tibet bertambah 1,6 juta selama 40 tahun sejak 1959 di mana dilaksanakan reformasi demokratis sampai 1998 merupakan masa paling cepat berkembangnya penduduk Tibet sejak abad 20. Etnis Tibetan masa itu selalu merupakan majoritas dalam seluruh penduduk di Tibet.
Demi perkembangan pesat Tibet secara menyeluruh, pemerintah pusat menetapkan dan melaksanakan serangkaian kebijakan khusus dan tindakan menguntungkan Tibet, dengan mengerahkan bantuan dukungan dari seluruh negara kepada Tibet, antara lain secara besar-besaran menyediakan dana fiskal, investasi prasarana dan subsidi khusus, dan membebaskan pajaknya. Sejak 1950an sampai tahun 1997 pemerintah pusat mengalokasikan dana sejumlah 40 milyar RMB(kiranya $5 milyar) dan mendistribusikan bahan material dalam jumlah yang besar sekali ke Tibet. Tahun-tahun terakhir ini, subsidi fiskal kepada Tibet sudah mencapai 1,2 milyar RMB setiap tahun. Setelah 9 propinsi dan kota membantu pembangunan 43 proyek untuk Tibet dengan cuma-cuma pada tahun 1984, pemerintah pusat dan pemerintah daerah lain sekali lagi dengan cuma-cuma membangun 62 projek senilai 4 milyar RMB pada 1994. Proyek-projek tersebut sudah rampung dibangun secara keseluruhan dan mulai beroperasi. Sementara itu pemerintah pusat dan 15 pemerintah daerah mengirim sejumlah besar kader dan ahli teknik sesuai dengan keperluan ke Tibet untuk menyokong dan mendorong maju perkembangan sosial dan ekonomi Tibet. Pada tahun 1998, GDP daerah otonomi Tibet sudah mencapai 9,118 milyar RMB atau bertambah 47,1 kali dibandingkan jumlahnya tahun 1959. Nilai produksi industri mencapai 1,365 milyar RMB atau naik 31 kali lipat dari tahun 1959, produksi bahan makanan berjumlah 850 ribu ton, ternak 22,1 juta ekor, nilai produksi usaha pertanian dan peternakan ialah 4,38 milyar RMB atau 30,4 kali dari tahun 1959. Perdagangan dan pariwisata, , transportasi, telecomunikasi, energi dan prasarana lainnya berkembang makmur, pendidikan dan iptek meningkat pesat, kebudayaan tradisional yang unggul diteruskan dan dikembangkan. Di seluruh Tibet terdapat berbagai sekolah sejumlah 4365 buah dengan siswa 400 ribu lebih. 81,3% anak usia sekolah sudah bisa masuk sekolah, angka buta huruf telah menurun 47% dari 97% pada tahun 1959. Keadaan higiene dan fasilitas medis mendapat perbaikan besar. Di Tibet sekarang terdapat 1300 pusat kesehatan atau 20 kali dari tahun 1959, ranjang di rumah sakit 6700 buah dan juru medis 10 ribu lebih, kedua angka itu sudah melampaui angka rata-rata negara kalau dihitung dengan orang. Rentang umur rata-rata bertambah dari 35 tahun sampai 67 tahun. Kehidupan rakyat Tibet banyak ditingkatkan secara nyata. Pokoknya sandang pangan kaum tani dan gembala sudah tercukupi dan pendapatan bersih perkapita mencapai 1158 RMB, 50% keluarga kaum tani dan gembala sudah berkecukupan. Pendapatan bersih perkapita penduduk kota mencapai 5438 RMB pada tahun 1998 dan sudah di atas tingkat rata-rata negara.
Dewasa ini, rakyat multi etnis Tibet sedang secara aktif melaksanakan strategi pengembangan daerah Tiongkok bagian barat dan Pelita ke-10 daerah otonomi. Tiongkok akan mulai membangun Jalan kereta api Qinghai-Tibet sepanjang 1200 km. Rakyat Tiongkok termasuk Tibet mengemban misi , mengalokasi dana dan  pembangunan ekonomi dan sosial didorong majunya ekonomi secara terus-menerus, diperkecilnya kesenjangan antar daerah, diperkuatnya persatuan etnis, dipeliharanya kestabilan sosial, diperkokohnya pertahanan perbatasan, supaya akhirnya terwujud kesejahteraan bersama. Dalam abad baru, Tibet baru yang lebih indah pemanandangan alamnya akan tampak di seluruh dunia.
Sejarah 50 tahun Tibet setelah Pembebasan secara Damai memgambarkan secara megah bahwa berkat mimpinan pemerintah pusat, berbagai etnis Tibet bersatu padu dan senasib sepenanggung dengan etnis lainnya dan keluarganya besar tanah air, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, berjuang pantang tunduk dan merintis jalan menuju kemajuan dan pengingkatan. Sejarah dan praktik Tibet selama 50 tahun ini berulang kali membuktikan kebenaran bahwa hanyalah sosialisme bisa menyelamatkan dan mengembangkan Tibet.

Suggest to a friend
  Print