|
Bapak-bapak Ibu-ibu, Hari ini kita berkumpul
ria di sini, bersama-sama merayakan HUT ke-50 Pembebasan
Tibet secara Damai. Dengan kesempatan ini saya harap Bapak
sekalian bisa mendapat pengertian yang lebih objektif dan
mendalam. Tiongkok merupakan suatu negara kesatuan
yang banyak beretnis. Sejak jaman guno Tibet adalah bagian
Tiongkok yang tak terpisahkan. Pada tanggal 23 Mei, 1951
pemerintah pusat dan pemerintah daerah Tibet menandatangani
“Persetujuan Cara Pembebasan Tibet secara Damai
” the Agreement of the Central People’s
Government and the Local Government of Tibet on Measures for
the Peaceful Liberation of Tibet (karena terdiri dari 17
pasal singkatannya “Persetujuan Berpasal 17”
17-Artiate Argeement), persetujuan ini melambangkan
pembebasan Tibet secara damai dan terwujudnya persatuan
etnis Tibetan dengan etnis-etnis lain Tiongkok. Selama 50
tahun ini, Tibet mengalami reformasi demokratik dan buka
pintu dan perombakan sosial lainnya dalam keluarga besar
negara sosialis Tiongkok. Pembangunan dalam bidang politik,
ekonomi, kebudayaan, agama mancapai kemajuan yang menjadi
perhatian seluruh dunia. Tibet baru memasuki masa yang
paling cepat dan paling baik perkembangannya dalam sejarah
di mana rakyat menjadi tuan atas nasib
sendiri. Sebelum Pembebasan, Sistem sosial, politik,
ekonomi Tibet merupakan sistem tani hamba feodal di mana
agama dan politik bersatu dan pendeta bersama bangsawan
berkuasa. Ke 3 Tuan feodal besar yang jumlahnya belum sampai
5% dari seluruh penduduk Tibet menpunyai semua sarana
produksi dan tani hamba. Tani hamba yang jumlahnya melampaui
95% dari seluruh penduduk bukan hanya tidak memiliki sarana
produksi, tapi juga tidak mempunyai kebebasan pribadi, bisa
saja dijual, diberi dan ditangani semau tuannya. Banyak tani
hamba meronta-ronta di ambang kematian. Dalam kitab hukum
Tibet yang lalu manusia dibedakan dalam 3 kelas, setiap
kelas masih terbagi dalam 3 tingkat. Manusia kelas tinggi
diwakili oleh ke-3 tuan feodal besar yang berharga
seberat emas tubuhnya, sedangkan manusia kelas
bawah hanya diberi harga sama dengan tali rami. Bisa
kelihatan di mana saja tani hamba diungkil mata, dipotong
lidah, tangan, atau kaki, bahkan digoreng dengan minyak
mendidih dalam kuali besan. Berdasarkan prinsip
“Persetujuan Berpasal 17” dan desakan reformasi
dari masyarakat tani hamba, pada tahun 1959 di Tibet
dilaksanakan reformasi demokratik. Tindakan ini menandakan
bahwa tani hamba yang dirampas semua haknya secara
turun-kemurun untuk pertama kalinya mendapat hak bertuan
atas diri sendiri dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan
dan bidang lainnya. Pada September 1965, terbentuklah Daerah
Otnomi Tibet. Ini merupakan tanda bahwa tanda Tibet barhasil
menyelesaikan perubahan dari sistem tani hamba feodal ke
tingkat fase pertama sosialisme selama 15 tahun setelah
Pembebasan. Selama 30 tahun lebih setelah berdirinya
daerah otonomi Tibet, rakyat Tibet bersama rakyat lainnya
setanah air bukan hanya menikmati semua hak kewarganegaraan
dan hak politik yang terjamin oleh konstitusi, tetapi juga
menikmati hak-hak khusus untuk daerah otonomi suku minoritas
yang terjamin oleh perundang-undangan dan hukum. Kader etnis
Tibetan bertambah banyak dengan cepat sehingga pada tahun
1998 jumlah kader etnis Tibetan dan etnis minoritas lainnya
merupakan 74,9% dari jumlah total kader di Tibet. Wanita
Tibet menikmati hak politik yang luas dan sama dengan pria.
Sekarang kader perempuan mencapai 32.8% dari seluruh kader
Tibet. Kebebasan beragama rakyat Tibet dihormati dan
dilindungi. Sejak 1980an pemerintah pusat menyediakan dana
sejumlah 300 juta RMB lebih dan emas, perak dalam jumlah
banyak untuk memperbaiki dan melestasikan istana POTALA,
wihara DAZHAO dan wihara lainnya. Sekarang di Tibet terdapat
1700 lebih tempat ibadah, agar penganut agama di Tibet bisa
melaksanakan kegiatan beragama. Pemerintah pusat selalu
mementingkan, melindungi, dan mengembangkan kebudayaan
tradisional Tibet yang unggul dan sudah mengambil
serangkaian tindakan untuk menghargai, memproteksi dan
memakmurkan kebudayaan tradisional etnis. Antar lain sebagai
berikut, warisan kebudayaan dan kesenian rakyat Tibet sudah
disensus, dikumpulkan, disusun, ditelidiki dan diterbitkan
secara menyeluruh dan sistematis; Belajaran dan pengajaran
dalam bahasa Tibet atau dalam dwi bahasa (bahasa Tibet dan
bahasa mandarin) tercantum secara jelas dalam ketetapan
untuk secara nyata melindungi kebebasan penggunaan dan
pengembangan bahasa etnis Tibet secara efektif. Pemerintah
pusat menghormati adat istiadat etnis Tibetan, dan
menjalankan kebijakan keluarga berencana(KB) khusus di
Tibet, yaitu hanya menganjurkan keluarga berencana terhadap
kader dan pegawai saja, namun sama sekali tidak
terlaksanakan terhadap kaum tani dan gembala yang mencakup
88% dari seluruh penduduk etnis Tibetan, cuma
dipropagandakan penghamilan kelahiran dan pemeliharaan anak
sehat secara rasional dan baik. Terhadap daerah perbatasan
Tibet di mana penduduknya sedikit tidak dipropagandakan KB
sama sekali. Selama tahun-tahun ini angka kelahiran dan laju
pertambahan wajar selalu lebih tinggi daripada tingkat
kenaikan rata-rata negara. Pada saat Pembebasan Tibet,
jumlah penduduknya hanya sekitar 1 juta, sekarang sudah
mencapai 2,62 juta. Jumlah penduduk Tibet bertambah 1,6 juta
selama 40 tahun sejak 1959 di mana dilaksanakan reformasi
demokratis sampai 1998 merupakan masa paling cepat
berkembangnya penduduk Tibet sejak abad 20. Etnis Tibetan
masa itu selalu merupakan majoritas dalam seluruh penduduk
di Tibet. Demi perkembangan pesat Tibet secara
menyeluruh, pemerintah pusat menetapkan dan melaksanakan
serangkaian kebijakan khusus dan tindakan menguntungkan
Tibet, dengan mengerahkan bantuan dukungan dari seluruh
negara kepada Tibet, antara lain secara besar-besaran
menyediakan dana fiskal, investasi prasarana dan subsidi
khusus, dan membebaskan pajaknya. Sejak 1950an sampai tahun
1997 pemerintah pusat mengalokasikan dana sejumlah 40 milyar
RMB(kiranya $5 milyar) dan mendistribusikan bahan material
dalam jumlah yang besar sekali ke Tibet. Tahun-tahun
terakhir ini, subsidi fiskal kepada Tibet sudah mencapai 1,2
milyar RMB setiap tahun. Setelah 9 propinsi dan kota
membantu pembangunan 43 proyek untuk Tibet dengan cuma-cuma
pada tahun 1984, pemerintah pusat dan pemerintah daerah lain
sekali lagi dengan cuma-cuma membangun 62 projek senilai 4
milyar RMB pada 1994. Proyek-projek tersebut sudah rampung
dibangun secara keseluruhan dan mulai beroperasi. Sementara
itu pemerintah pusat dan 15 pemerintah daerah mengirim
sejumlah besar kader dan ahli teknik sesuai dengan keperluan
ke Tibet untuk menyokong dan mendorong maju perkembangan
sosial dan ekonomi Tibet. Pada tahun 1998, GDP daerah
otonomi Tibet sudah mencapai 9,118 milyar RMB atau bertambah
47,1 kali dibandingkan jumlahnya tahun 1959. Nilai produksi
industri mencapai 1,365 milyar RMB atau naik 31 kali lipat
dari tahun 1959, produksi bahan makanan berjumlah 850 ribu
ton, ternak 22,1 juta ekor, nilai produksi usaha pertanian
dan peternakan ialah 4,38 milyar RMB atau 30,4 kali dari
tahun 1959. Perdagangan dan pariwisata, , transportasi,
telecomunikasi, energi dan prasarana lainnya berkembang
makmur, pendidikan dan iptek meningkat pesat, kebudayaan
tradisional yang unggul diteruskan dan dikembangkan. Di
seluruh Tibet terdapat berbagai sekolah sejumlah 4365 buah
dengan siswa 400 ribu lebih. 81,3% anak usia sekolah sudah
bisa masuk sekolah, angka buta huruf telah menurun 47% dari
97% pada tahun 1959. Keadaan higiene dan fasilitas medis
mendapat perbaikan besar. Di Tibet sekarang terdapat 1300
pusat kesehatan atau 20 kali dari tahun 1959, ranjang di
rumah sakit 6700 buah dan juru medis 10 ribu lebih, kedua
angka itu sudah melampaui angka rata-rata negara kalau
dihitung dengan orang. Rentang umur rata-rata bertambah dari
35 tahun sampai 67 tahun. Kehidupan rakyat Tibet banyak
ditingkatkan secara nyata. Pokoknya sandang pangan kaum tani
dan gembala sudah tercukupi dan pendapatan bersih perkapita
mencapai 1158 RMB, 50% keluarga kaum tani dan gembala sudah
berkecukupan. Pendapatan bersih perkapita penduduk kota
mencapai 5438 RMB pada tahun 1998 dan sudah di atas tingkat
rata-rata negara. Dewasa ini, rakyat multi etnis Tibet
sedang secara aktif melaksanakan strategi pengembangan
daerah Tiongkok bagian barat dan Pelita ke-10 daerah
otonomi. Tiongkok akan mulai membangun Jalan kereta api
Qinghai-Tibet sepanjang 1200 km. Rakyat Tiongkok termasuk
Tibet mengemban misi , mengalokasi dana dan
pembangunan ekonomi dan sosial didorong majunya
ekonomi secara terus-menerus, diperkecilnya kesenjangan
antar daerah, diperkuatnya persatuan etnis, dipeliharanya
kestabilan sosial, diperkokohnya pertahanan perbatasan,
supaya akhirnya terwujud kesejahteraan bersama. Dalam abad
baru, Tibet baru yang lebih indah pemanandangan alamnya akan
tampak di seluruh dunia. Sejarah 50 tahun Tibet
setelah Pembebasan secara Damai memgambarkan secara megah
bahwa berkat mimpinan pemerintah pusat, berbagai etnis Tibet
bersatu padu dan senasib sepenanggung dengan etnis lainnya
dan keluarganya besar tanah air, ringan sama dijinjing,
berat sama dipikul, berjuang pantang tunduk dan merintis
jalan menuju kemajuan dan pengingkatan. Sejarah dan praktik
Tibet selama 50 tahun ini berulang kali membuktikan
kebenaran bahwa hanyalah sosialisme bisa menyelamatkan dan
mengembangkan Tibet.
|