Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Tentang Tiongkok Berita Kedubes
 
Home > Info Kedubes > Sambutan Dubes
Bapak Duta Besar Chen Shiqiu menerima wawancara Sinergi(2001/4/26)
2004/04/22

1. Apa saja yang telah dilakukan oleh RRC selama 51 tahun dalam membina hubungan bilateral?

  Sejak tanggal 13 April, 1951 di mana Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Indonesia menjalinkan hubungan diplomatik, tendensi hubungan di antara kedua negara dipelihara berkembang pada keseluruhannya. Kedua negara bekerjasama erat dalam melawan kolonialisme, mengembangkan ekonomi nasional, secara aktif memprakarsai menjalinkan hubungan internasional yang baru, dan bersama dengan negara-negara Asia Afrika yang baru lahir lainnya mengajukan Dasasila Bandung. Walau kita mengalami kesulitan juga, pemimipin tertinggi, pemerintah serta rakyat kedua negara berusaha tak henti-hentinya mendorong perkembangan hubungan persahabatan dan kerjasama kedua pihak. Sebagai negara tangga baik Tiongkok selalu memberi perhatian besar pada kestabilan dan perkembangan Indonesia. Tiongkok percaya bahwa Indonesia yang stabil dan makmur bukan saja sesuai dengan kepentingan rakyat Indonesia sendiri, tapi juga bermanfaat bagi perdamaian dan perkembangan regional dan internasional. Pemerintah Tiongkok secara tegas menyokong usaha pemerintah Indonesia dalam membela kedaulatan, keutuhan wilayah dan kesatuan negara. Pada tahun 1998 Tiongkok menghadapi tekanan krismon luar negeri dan bencana banjir langka dalam negeri, tapi Pemerintah Tiongkok mesih memberi bantuan yang sesuai dengan kekuatan sendiri pada Indonesia. Ambil contoh, pemerintah Tiongkok menyediakan bantuan kredit sejumlah $510 juta untuk Indonesia dalam kerangka IMF serta memberi bantuan gratis sebanyak $3 juta kepada Indonesia supaya bisa dibeli obat-obatan yang sangat diperlukan. Mengingat Indonesia menderita bencana alam dan gagal panen pangan, pemerintah Tiongkok menyediakan kredit ekspor sejumlah $200 juta kepada pemerintah Indonesia untuk membeli beras dari Tiongkok. Selama kunjungan Presiden Wahid di Beijing tahun 1999, pemerintah Tiongkok dan pemerintah Indonesia mencapai kesepakatan bilateral bahwa pemerintah Tiongkok memberi bantuan gratis dalam bentuk material senilai RMB40 juta (kira-kira $5 juta) untuk Indonesia, dan kesepakatan ini sedang dijalankan. Tahun ini pemerintah Tiongkok sekali lagi menyediakan kredit ekspor sejumlah $13,5 juta untuk membantu membangun suatu proyek pupuk kimia di Kalimantan Timur. Dewasa ini, pemerintah Tiongkok berupaya meningkatkan perdagangan bilateral dengan Indonesia secara aktif, memperkuat kerja sama Iptek dalam pertanian dan perbuatan mesin, mendorong perusahaan Tiongkok yang mempunyai daya saing menanam modal dan membangun pabrik perakitan di Indonesia demi pemulihan dan perkembangan ekonomi Indonesia.

2. Presiden Abdurrahman Wahid pernah mengatakan bahwa kerjasama yang dilakukan oleh RI, RRC dan India bermaksud ingin menemukan jatidiri Asia. Bagaimana pendapat nya tentang hal ini?

  Pikiran Presiden RI Abdurrahman Wahid mengenai kerjasama yang dilakukan oleh RI, RRC dan India bermaksud ingin menemukan jatidiri Asia sangat menpunyai arti kreatif. Negara Asia memiliki tradisi kebudayaan dan pandangan nilai mirip yang bersama termasuk Peradaiban Timur, dan sama-sama merupakan sosial pluralistis yang manca-etnis, manca-agama dan manca-bahasa. Semuanya ini ialah faktor pendukung bagi pengembangan hubungan persahabatan dan kerjasama. RRC, RI, India merupakan negara berkembang yang besar di kawasan Asia, dan jumlah penduduknya dari ketiga negara ini melebihi satu per tiga jumlah penduduk seluruh dunia. Tapi taraf perkembangan ekonomi kita masih relatif rendah, pendapatan perkapita lebih kurang, kita sama-sama ditugasi urgent pengembangan ekonomi cepat dan peningkatan pendapatan rakyat. Ringan sama kita jinjing, berat sama kita pikul. Kita menpunyai kepentingan sama yang luas dalam pilitik dan perekonomian internasional, dan menganjurkan multipolarisasi di dunai ini dan penjalinan ketatatertiban politik dan ekonomi internasional baru yang adil dan rasional, menpunyai pendirian sama atau mirip dalam banyak isu yang penting. Di panggung internasional terdapat keruangan besar bagi kerjasama di antara ketiga negara kita. Sehubungan dengan kondisi perkembangan terus-menerus tendensi multipolarisasi dan globalisasi ekonomi, RRC, RI, India lebih perlu memperkuat pergaulan dan kerjasama. Pengembangan hubungan persahabatan dan kerjasama, bertetangga baik atas dasar Lima Prinsip Hidup Berdampingan dengan Damai bukan saja sesuai dengan kepentingan pokok rakyat ketiga negara, tapi juga berfaedah bagi perdamaian , kestabilan dan perkembangan Asia maupun seluruh dunia. Dalam proses globalisasi ekonomi, kita seharusnya meraih kesempatan, mengembangkan kelebihan negara Asia dengan sepenuhnya, mencari jalan baru bagi kerjasama ekonomi demi mendorong perkembangan dan kemakmuran ekonomi kawasan ini.

3. RRC berencana akan membangun prasarana kereta api dan raya dari Pontianak dan Balikpapan, dan di tengah jalan akan berbelok ke selatan ke Banjarmasin dan Palangkaraya. Sampai saat ini, bagaimana implikasi hal itu?

     Tiongkok bersedia secara aktif mengikuti tender serta mengontrak proyek prasarana Indonesia demi pemulihan ekonomi Indonesia. Mengenai proyek disebut oleh Sinergi, saya masih tidak jelas, dan mohon diberitahu lebih banyak informasinya kalau bapak jelas.

4. Bagaimana pendapatnya tentang PPICh? Sudah efektifkah PPICh? Adakah bantuan atau pertolongan dan kebijakan dari negara RRC?

  Sesuai dengan berkembang majunya hubungan resmi kedua negara secara terus-menerus, pertukaran masyarakat kedua pihak juga semakin aktif. Perhimpunan Persahabatan Indonesia-China didirikan dalam suasana bersahabat menjelang HUT ke-50 hubungan diplomatik RRC-RI, dan secara aktif berusaha mempererat pergaulan dan persahabatan rakyat kedua bangsa kita. PPICh dan Perhimpunan Persahabatan Luar Negeri Rakyat Tiongkok sudah menjalinkan hubungan kerjasama dan secara aktif melakukan acara pergaulan. Dalam satu tahun terakhir ini, Perhimpunan Persahabatan Indonesia-China mengirim delegasi ke Tiongkok dan menghadiri upacara perayaan hari nasional RRC tahun 2000, menerima kunjungan rombongan kesenian Tiongkok di Indonesia dan mengadakan seminar yang bertema pengembangan pertukaran dan persahabatan rakyat kedua negara dalam rangka meningkatkan saling pengertian dan persahabatan kedua bangsa. Pekerjaan PPICh sangat berhasil. Tiongkok mendukung upaya PPICh untuk memperkuat pergaulan persahabatan rakyat, tapi pemerintah Tiongkok tidak pernah memberi bantuan atau pertolongan pada PPICh.

5. Di wilayah Indonesia banyak sekali etnis Tionghua yang tinggal (nomor tiga setelah Jawa, Sunda). Adakah pertolongan dan kebijakan dari negara RRC?

  Orang Tionghua sudah lama pidah ke Indonesia. Mereka hidup di bumi negara kepulauan ini generasi demi generasi, dan sangat rukun dengan pribumi, serta memberi sumbangan yang sangat besar bagi Indonesia. Kebanyakan besar keturunan Tionghua sudah masuk kewarganegaraan Indonesia dan menjadi warga negara Indonesia. Pemerintah Tiongkok tidak sediakan pertolongan atau kebijakan khusus bagi keturunan Tionghua. Sekarang hanya tinggal hubungan darah dan kebudayaan, banyak keturunan Tionghua berkecinpung di dalam bidang perdagangan dan investasi, dan banyak bergaul dengan Tiongkok. Hubungan atau pergaulan ini sangat berfaedah bagi memperkuat persahabatan dan kerjasama kedua negara.

6.Adakah himbauan dari negara RRC yang ditujukan pada etnis        Tionghua di Indonesia agar kembali ke negara asal?
 
      Keturunan Tionghua di Indonesia sudah menjadi warga negara Indonesia, dan mempunyai kewarganegaraan Indonesia , Indonesia adalah negara leluhurnya. Tiongkok tidak mungkin dan juga harus tidak mengimbau pulangnya mereka. Tiongkok selalu menyambut seluruh sahabat asing termasuk seluruh keturunan Tionghua di dunia ini berpariwisata dan berdagang ke Tiongkok, makanya sangat menyambut keturunan Tionghua di Indonesia berpariwisata dan berdagang ke Tiongkok.

7.  Bagaimana tentang etnis Tionghua yang sudah tidak mengakui   RRC sebagai tanah leluhurnya dan menganggap bahwa Indonesia tanah leluhurnya?

Keturunan Tionghua di Indonesia adalah warga negara Indonesia, negara leluhurnya bukan RRC lagi, melainkan RI. Hukum Kewarganegaraan RRC menetapkan bahwa RRC tidak mengakui warga negara RRC menpunyai dwi-kewarganegaraan. Warga negara RRC yang bermukim di luar negeri serta dengan sukarela masuk atau mendapat kewarganegaraan negara lain secara otomatif terhilang kewarganegaraan RRC. Ini berarti bahwa setelah warga negara RRC mendapat kewarganegaraan negara lain, dialah tidak perlu lagi berjanji setia pada RRC. Makanya keterunan Tionghua di Indonesia yang sudah menjadi warga negara Indonesia, dan sangat wajar mereka mengakui Indonesia sebagai negara leluhurnya. Namur tidak bisa dibantahkan bahwa hubungan darah dan kebudayaan di antara keturunan Tionghua dan Tiongkok tidak akan terputus oleh mereka menjadi warga negara Indonesia. Mereka masih famili kami. Kami berharap agar keturunan Tionghua memberi sumbangan lebih besar bagi kemakmuran Indonesia dan kesejahteraan rakyat serta memberi upaya lebih aktif bagi persahabatan kekal abadi kedua negara.

Suggest to a friend
  Print