|
1. Apa saja yang telah dilakukan oleh RRC selama 51
tahun dalam membina hubungan bilateral?
Sejak tanggal 13 April, 1951 di mana Republik
Rakyat Tiongkok dan Republik Indonesia menjalinkan hubungan
diplomatik, tendensi hubungan di antara kedua negara
dipelihara berkembang pada keseluruhannya. Kedua negara
bekerjasama erat dalam melawan kolonialisme, mengembangkan
ekonomi nasional, secara aktif memprakarsai menjalinkan
hubungan internasional yang baru, dan bersama dengan
negara-negara Asia Afrika yang baru lahir lainnya mengajukan
Dasasila Bandung. Walau kita mengalami kesulitan juga,
pemimipin tertinggi, pemerintah serta rakyat kedua negara
berusaha tak henti-hentinya mendorong perkembangan hubungan
persahabatan dan kerjasama kedua pihak. Sebagai negara
tangga baik Tiongkok selalu memberi perhatian besar pada
kestabilan dan perkembangan Indonesia. Tiongkok percaya
bahwa Indonesia yang stabil dan makmur bukan saja sesuai
dengan kepentingan rakyat Indonesia sendiri, tapi juga
bermanfaat bagi perdamaian dan perkembangan regional dan
internasional. Pemerintah Tiongkok secara tegas menyokong
usaha pemerintah Indonesia dalam membela kedaulatan,
keutuhan wilayah dan kesatuan negara. Pada tahun 1998
Tiongkok menghadapi tekanan krismon luar negeri dan bencana
banjir langka dalam negeri, tapi Pemerintah Tiongkok mesih
memberi bantuan yang sesuai dengan kekuatan sendiri pada
Indonesia. Ambil contoh, pemerintah Tiongkok menyediakan
bantuan kredit sejumlah $510 juta untuk Indonesia dalam
kerangka IMF serta memberi bantuan gratis sebanyak $3 juta
kepada Indonesia supaya bisa dibeli obat-obatan yang sangat
diperlukan. Mengingat Indonesia menderita bencana alam dan
gagal panen pangan, pemerintah Tiongkok menyediakan kredit
ekspor sejumlah $200 juta kepada pemerintah Indonesia untuk
membeli beras dari Tiongkok. Selama kunjungan Presiden Wahid
di Beijing tahun 1999, pemerintah Tiongkok dan pemerintah
Indonesia mencapai kesepakatan bilateral bahwa pemerintah
Tiongkok memberi bantuan gratis dalam bentuk material
senilai RMB40 juta (kira-kira $5 juta) untuk Indonesia, dan
kesepakatan ini sedang dijalankan. Tahun ini pemerintah
Tiongkok sekali lagi menyediakan kredit ekspor sejumlah
$13,5 juta untuk membantu membangun suatu proyek pupuk kimia
di Kalimantan Timur. Dewasa ini, pemerintah Tiongkok
berupaya meningkatkan perdagangan bilateral dengan Indonesia
secara aktif, memperkuat kerja sama Iptek dalam pertanian
dan perbuatan mesin, mendorong perusahaan Tiongkok yang
mempunyai daya saing menanam modal dan membangun pabrik
perakitan di Indonesia demi pemulihan dan perkembangan
ekonomi Indonesia.
2. Presiden Abdurrahman
Wahid pernah mengatakan bahwa kerjasama yang dilakukan oleh
RI, RRC dan India bermaksud ingin menemukan jatidiri Asia.
Bagaimana pendapat nya tentang hal ini?
Pikiran Presiden RI Abdurrahman Wahid mengenai
kerjasama yang dilakukan oleh RI, RRC dan India bermaksud
ingin menemukan jatidiri Asia sangat menpunyai arti kreatif.
Negara Asia memiliki tradisi kebudayaan dan pandangan nilai
mirip yang bersama termasuk Peradaiban Timur, dan sama-sama
merupakan sosial pluralistis yang manca-etnis, manca-agama
dan manca-bahasa. Semuanya ini ialah faktor pendukung bagi
pengembangan hubungan persahabatan dan kerjasama. RRC, RI,
India merupakan negara berkembang yang besar di kawasan
Asia, dan jumlah penduduknya dari ketiga negara ini melebihi
satu per tiga jumlah penduduk seluruh dunia. Tapi taraf
perkembangan ekonomi kita masih relatif rendah, pendapatan
perkapita lebih kurang, kita sama-sama ditugasi urgent
pengembangan ekonomi cepat dan peningkatan pendapatan
rakyat. Ringan sama kita jinjing, berat sama kita pikul.
Kita menpunyai kepentingan sama yang luas dalam pilitik dan
perekonomian internasional, dan menganjurkan multipolarisasi
di dunai ini dan penjalinan ketatatertiban politik dan
ekonomi internasional baru yang adil dan rasional, menpunyai
pendirian sama atau mirip dalam banyak isu yang penting. Di
panggung internasional terdapat keruangan besar bagi
kerjasama di antara ketiga negara kita. Sehubungan dengan
kondisi perkembangan terus-menerus tendensi multipolarisasi
dan globalisasi ekonomi, RRC, RI, India lebih perlu
memperkuat pergaulan dan kerjasama. Pengembangan hubungan
persahabatan dan kerjasama, bertetangga baik atas dasar Lima
Prinsip Hidup Berdampingan dengan Damai bukan saja sesuai
dengan kepentingan pokok rakyat ketiga negara, tapi juga
berfaedah bagi perdamaian , kestabilan dan perkembangan Asia
maupun seluruh dunia. Dalam proses globalisasi ekonomi, kita
seharusnya meraih kesempatan, mengembangkan kelebihan negara
Asia dengan sepenuhnya, mencari jalan baru bagi kerjasama
ekonomi demi mendorong perkembangan dan kemakmuran ekonomi
kawasan ini.
3. RRC berencana akan membangun
prasarana kereta api dan raya dari Pontianak dan Balikpapan,
dan di tengah jalan akan berbelok ke selatan ke Banjarmasin
dan Palangkaraya. Sampai saat ini, bagaimana implikasi hal
itu?
Tiongkok
bersedia secara aktif mengikuti tender serta mengontrak
proyek prasarana Indonesia demi pemulihan ekonomi Indonesia.
Mengenai proyek disebut oleh Sinergi, saya masih tidak
jelas, dan mohon diberitahu lebih banyak informasinya kalau
bapak jelas.
4. Bagaimana pendapatnya tentang
PPICh? Sudah efektifkah PPICh? Adakah bantuan atau
pertolongan dan kebijakan dari negara RRC?
Sesuai dengan berkembang majunya hubungan resmi
kedua negara secara terus-menerus, pertukaran masyarakat
kedua pihak juga semakin aktif. Perhimpunan Persahabatan
Indonesia-China didirikan dalam suasana bersahabat menjelang
HUT ke-50 hubungan diplomatik RRC-RI, dan secara aktif
berusaha mempererat pergaulan dan persahabatan rakyat kedua
bangsa kita. PPICh dan Perhimpunan Persahabatan Luar Negeri
Rakyat Tiongkok sudah menjalinkan hubungan kerjasama dan
secara aktif melakukan acara pergaulan. Dalam satu tahun
terakhir ini, Perhimpunan Persahabatan Indonesia-China
mengirim delegasi ke Tiongkok dan menghadiri upacara
perayaan hari nasional RRC tahun 2000, menerima kunjungan
rombongan kesenian Tiongkok di Indonesia dan mengadakan
seminar yang bertema pengembangan pertukaran dan
persahabatan rakyat kedua negara dalam rangka meningkatkan
saling pengertian dan persahabatan kedua bangsa. Pekerjaan
PPICh sangat berhasil. Tiongkok mendukung upaya PPICh untuk
memperkuat pergaulan persahabatan rakyat, tapi pemerintah
Tiongkok tidak pernah memberi bantuan atau pertolongan pada
PPICh.
5. Di wilayah Indonesia banyak sekali
etnis Tionghua yang tinggal (nomor tiga setelah Jawa,
Sunda). Adakah pertolongan dan kebijakan dari negara
RRC?
Orang Tionghua sudah lama
pidah ke Indonesia. Mereka hidup di bumi negara kepulauan
ini generasi demi generasi, dan sangat rukun dengan pribumi,
serta memberi sumbangan yang sangat besar bagi Indonesia.
Kebanyakan besar keturunan Tionghua sudah masuk
kewarganegaraan Indonesia dan menjadi warga negara
Indonesia. Pemerintah Tiongkok tidak sediakan pertolongan
atau kebijakan khusus bagi keturunan Tionghua. Sekarang
hanya tinggal hubungan darah dan kebudayaan, banyak
keturunan Tionghua berkecinpung di dalam bidang perdagangan
dan investasi, dan banyak bergaul dengan Tiongkok. Hubungan
atau pergaulan ini sangat berfaedah bagi memperkuat
persahabatan dan kerjasama kedua negara.
6.Adakah himbauan dari negara RRC yang ditujukan pada
etnis Tionghua di
Indonesia agar kembali ke negara asal? Keturunan Tionghua
di Indonesia sudah menjadi warga negara Indonesia, dan
mempunyai kewarganegaraan Indonesia , Indonesia adalah
negara leluhurnya. Tiongkok tidak mungkin dan juga harus
tidak mengimbau pulangnya mereka. Tiongkok selalu menyambut
seluruh sahabat asing termasuk seluruh keturunan Tionghua di
dunia ini berpariwisata dan berdagang ke Tiongkok, makanya
sangat menyambut keturunan Tionghua di Indonesia
berpariwisata dan berdagang ke Tiongkok.
7.
Bagaimana tentang etnis Tionghua yang sudah tidak
mengakui RRC sebagai tanah leluhurnya dan
menganggap bahwa Indonesia tanah
leluhurnya?
Keturunan Tionghua di Indonesia
adalah warga negara Indonesia, negara leluhurnya bukan RRC
lagi, melainkan RI. Hukum Kewarganegaraan RRC menetapkan
bahwa RRC tidak mengakui warga negara RRC menpunyai
dwi-kewarganegaraan. Warga negara RRC yang bermukim di luar
negeri serta dengan sukarela masuk atau mendapat
kewarganegaraan negara lain secara otomatif terhilang
kewarganegaraan RRC. Ini berarti bahwa setelah warga negara
RRC mendapat kewarganegaraan negara lain, dialah tidak perlu
lagi berjanji setia pada RRC. Makanya keterunan Tionghua di
Indonesia yang sudah menjadi warga negara Indonesia, dan
sangat wajar mereka mengakui Indonesia sebagai negara
leluhurnya. Namur tidak bisa dibantahkan bahwa hubungan
darah dan kebudayaan di antara keturunan Tionghua dan
Tiongkok tidak akan terputus oleh mereka menjadi warga
negara Indonesia. Mereka masih famili kami. Kami berharap
agar keturunan Tionghua memberi sumbangan lebih besar bagi
kemakmuran Indonesia dan kesejahteraan rakyat serta memberi
upaya lebih aktif bagi persahabatan kekal abadi kedua
negara.
|