Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Tentang Tiongkok Berita Kedubes
 
Home > Info Kedubes > Sambutan Dubes
Pidato Perdana Menteri Zhu Rongji Pada Jamuan Sambutan Oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia & Lembaga Kerjasama Ekonomi, Sosial dan Budaya Indonesia-Tiongkok (2001/11/8)
2004/04/22




Yang terhormat Bapak Aburizal Bakrie, Ketua umum Kadin,
Yang terhormat Bapak Dr. Sukamdani S. Gitosardjono, Ketua Lembaga Kerjasama Indonesia-Tiongkok,
Hadirin dan hidirat yang saya hotmati,

Saya sangat gembira berkesempatan untuk bertemu dengan para pengusaha dan tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai kalangan dan organisasi masyarakat dari Indonesia. Anda sekalian sudah lama memberi kontribusi untuk mempergiat hubungan persahabatan Tiongkok-Indonesia, terutama untuk mendorong maju kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral. Dengan ini, saya mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya.

Yang hadir pada malam ini masih ada teman-teman pengusaha dari negara-negara anggota ASEAN yang datang menghadiri Konferensi Pembentuk Bisnis Council Tiongkok-ASEAN. Saya pun ingin mengucapakan selamat hangat atas terbentuknya Bisnis Council tersebut,dan yakin bahwa Bisnis Council ini pasti dapat memainkan peranan penting untuk mendorong maju kerja sama saling menguntungkan antara Tiongkok dan ASEAN

Dengan kesempatan ini, saya ingin menyampaikan sedikit penjelasan mengenai perkembangan ekonomi Tiongkok, dan mengajukan beberapa usulan mengenai memperluas kerja sama ekonomi Tiongkok-Indonesia dan Tiongkok-ASEAN.

Tahun-tahun terakhir ini, dalam situasi ekonomi internasional yang semakin rumit dan cepat berubah, Tiongkok bersikap aktif untuk menghadapi berbagai tantangan, dan berhasil mempertahankan  perkembangan ekonomi secara kontinen dan pesat. Kami dapat sukses mengcegah dampak Krismon Asia, dan pada tahun yang lalu, perkembangan ekonomi menunjukkan titik balik yang penting. Sejak tahun ini, di mana laju perkembangan ekonomi dan perdagangan internasional melambat secara nyata, perkembangan ekonomi Tiongkok tetap mempertahankan tendensi yang baik. Pada tiga tribulan yang lalu, GDP bertambah sebanyak 7,6% dibandingkan masa sama tahun lalu, dan dapat diprediksikan akan bertambah 7% seluruh tahun ini; Pendapatan fiancial bertambah sebanyak 24,2%, investasi asset menetap bertambah 18,2%, volume perdagangan pereceran barang-barang konsumsi bertambah 10,1%. Indeks harga barang-barang komsumsi meningkat 1%; Volume impor-ekspor sebanyak US$ 376,4 miliyar, bertambah 9%,  di antaranya, volume impor sebanyak US$ 181,4 miliyar, bertambah 11,2%, dan volume ekspor sebanyak US$ 195 miliyar, bertambah 7%; investasi langsung luar negeri US$ 49,4 miliyar, bertambah 34,4%. Sampai sekarang, total cadangan devisa sudah melampaui US$ 200 miliyar.

Hasil-hasil tersebut dapat tercapai berkat kami mempertahankan pedomen untuk memperluas kebutuhan domestik, menjalankan kebijakan fiansial yang aktif dan kebijakan moneter yang mantap, dan senantiasa memperhatikan intensitas yang diperlukan. Di samping itu, kami juga mendorong maju reformasi dan keterbukaan serta menjalankan restrukturisasi ekonomi dengan tanpa kehilangkan kesempatan apa pun. Hasil-hasil itu juga membuktikan bahwa ekonomi Tiongkok mampu mengatasi segala kesulitan dan tantangan.

Ketika umat manusia melangkah memasuki abad baru, ekonomi Tiongkok juga memasuki suatu fase perkembangan yang baru. Kami akan dengan sekuat tenaga untuk melaksanakan strategi restrukturisasi ekonomi, strategi pengembangan besar-besaran Kawasan Barat, strategi pembangunan negara dengan iptek dan pendidikan serta strategi pengembangan berkelanjutan, secara teguh medorong maju reformasi sistim ekonomi market-oriented. Tiongkok akan segera bergabung dengan WTO, dan akan menjalankan keterbukaan pada jenjang yang lebih mendalam dan bidang yang lebih luas. Semua ini akan menambah daya pengembangan yang kuat kepada ekonomi Tiongkok untuk berkembang secara kontinen.

Namum, Tiogkok mempunyai penduduk hamir 1,3 miliyar. Meskipun ekonominya berkembang pesat, pendapatan perkapita masih tetap relatif rendah dan jalan perkembangan masih panjang. Semakin berkembang dan menguatnya ekonomi Tiongkok sama sekali bukan merupakan ancaman bagi negara mana pun, melainkan adalah hal yang bermanfaat bagi perdamaian, kestabilan dan perkembangan.

Tiongkok dan Indonesia saling berhadapan di dua seberang laut, dan sudah lama menjalinkan persahabatan tradisional. Kedua negara kita juga sama-sama merupakan negara berkembang besar yang pempunyai pasar domestik besar, maka prospek kerja sama antara kedua pihak sangatlah luas. Dengan segala senang hati, kami menyaksikan bahwa tahun-tahun terakhir ini, volume perdagangan antara dua negara mencapai US$ 7,46 miliyar pada tahun yang lalu, 7 kali lipat lebih dari pada yang tercapai pada tahun pemulihan hubungan diplomatik. Tiongkok sudah menjadi mitra perdagangan Indoneisa yang nomor 5. Investasi Tiongkok di Indonesia pun semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Kerja sama ekonomi Tiongkok-ASEAN juga memperoleh kemajuan besar. Volume perdagangan pada tahun yang lalu mencapai US$ 39,52 miliyar, dan pada tiga triwulan pertama tahun ini mencapai US$ 30,3 miliyar, bertambah sebanyak 6,8% dibandingkan masa sama tahun lalu. Dalam situasi sekarang di mana laju pertumbuhan ekonomi dunia melambat secara nyata, maka tidaklah mudah untuk mencapai prestasi seperti itu.

Pada abad yang baru ini, kerja sama Tiongkok-Indonesia dan Tiongkok-ASEAN pantas ditingkatkan ke suatu peringkat baru. Untuk itu, saya ingin mengajukan beberapa usulan:

Pertama, memanfaaatkan berbagai cara untuk memperluas kerja sama perdagangan Tiongkok-Indonesia. Hasil produksi sumber daya alam dari Indonesia seperti minyak bumi mentah, pulp, minyak kelapa sawit, kayu dan lain-lainnya mempunyai pasar luas di Tiongkok. Begitu juga hasil produksi Tionkok seperti mesin, elektronik, tekstil, komoditi awet dan lain-lainnya juga sangat diminati oleh rakyat Indonesia. Maka masih ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk memperluas skala perdagangan antara dua negara. Kita harus mengembangkan sepunuhnya mekanisme kerja sama bilateral yang tersedia, mendukung perusahaan kedua pihak secara aktif melajukan impor-ekspor antara pengusaha dua pihak. Perjanjian penghindaran Pajak Berganda antara Tiongkok-Indonesia yang ditandatangani kali ini juga akan bermanfaat untuk mendorong maju perdagangan dan investasi kedua negara.

Kedua, mengintensifkan kerja sama di bidang pertanian, energi, eksploitasi dan pariwisata sebagai titik beratnya. Tiongkok dan Indonesia sama-sama merupakan negara berpenduduk banyak yang dasar pembanguannya terletak pada bidang pertanian, maka dipergiat kerja sama di bidang pertanian sangat penting artinya.. MOU Kerja Sama Pertanian yang baru ditandatangani meletakkan fondasi yang baik untuk memperlanjutkan kerja sama di bidang pertanian. Indonesia merupakan negara yang mempunyai paling banyak sumber daya energi dan sumber daya alam lainnya di Asia Tenggara, juga sedang dengan sekuat tenaga untuk membangun infrastruktur seperti rel kereta api, pelabuan dan pusat pembangkitan listrik. Sedangkan Tiongkok mempunyai teknik matang dan pengalaman kaya di bidang pembanguna infrastruktur. Kedua pihak kita dapat mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dengan menggunakan berbagai cara seperti mengeksploitasi bersama, mengontrak proyek dan lain sebagainya. Selain itu, kemarin juga ditandatangani Perjanjian Kerjasama Kebudayaan dan MOU Pelaksanaan Perjalanan Wisata Luar Negeri Warga Negara Republik Rakyat Tiongkok ke Indonesia, kedua dokumen tersebut juga dapat meningkatkan pertukaran kebudayaan antara dua negara dan memperdalamkan saling pengertian antara rakyat kedua negara.

Ketiga, bersama-sama mendorong kerjasama Tiongkok-ASEAN. Beberapa hari yang lalu, dalam pertemuan ke-5 pemimpin ASEAN-Tiongkok yang digelar di Brunei, kita telah sepakat untuk menetapkan beberapa bidang sebagai titik berat kerja sama pada awal abad baru, di antranya seperti pertanian, telekomunikasi, pengembangan sumber daya manusia, saling investasi dan pengembangan daerah aliran sungai Mekong, dan juga telah sepakat untuk mendukung dibangunnya  Kawasan Bebas Perdagangan Tiongkok-ASEAN. Tiongkok bersedia berupaya bersama negara-negara anggota ASEAN, menyempurnakan mekanisme kerja sama secara lebih lanjut, terus-menerus memperkaya makna kerja sama, serta mendorong maju hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-ASEAN.

Abad baru sudah disingkap tabirnya. Sebagaimana sering dikatakan bahwa “suatu permulaan yang baik berarti sudah 50% sukses dari suatu pekerjaan”. Dengan upaya bersama dari kita semua, kerja sama ekonomi Tiongkok-Indonesia dan Tiongkok-ASEAN pasti dapat terus diperluas dan terus dibawa ke peringkat yang baru.

Sekian dan terima kasih.

Suggest to a friend
  Print