|
Yang terhormat Bapak Aburizal
Bakrie, Ketua umum Kadin, Yang terhormat Bapak Dr.
Sukamdani S. Gitosardjono, Ketua Lembaga Kerjasama
Indonesia-Tiongkok, Hadirin dan hidirat yang saya
hotmati,
Saya sangat gembira berkesempatan
untuk bertemu dengan para pengusaha dan tokoh-tokoh
terkemuka dari berbagai kalangan dan organisasi masyarakat
dari Indonesia. Anda sekalian sudah lama memberi kontribusi
untuk mempergiat hubungan persahabatan Tiongkok-Indonesia,
terutama untuk mendorong maju kerja sama ekonomi dan
perdagangan bilateral. Dengan ini, saya mengucapkan terima
kasih sedalam-dalamnya.
Yang hadir pada malam
ini masih ada teman-teman pengusaha dari negara-negara
anggota ASEAN yang datang menghadiri Konferensi Pembentuk
Bisnis Council Tiongkok-ASEAN. Saya pun ingin mengucapakan
selamat hangat atas terbentuknya Bisnis Council
tersebut,dan yakin bahwa Bisnis Council ini pasti
dapat memainkan peranan penting untuk mendorong maju kerja
sama saling menguntungkan antara Tiongkok dan
ASEAN
Dengan kesempatan ini, saya ingin
menyampaikan sedikit penjelasan mengenai perkembangan
ekonomi Tiongkok, dan mengajukan beberapa usulan mengenai
memperluas kerja sama ekonomi Tiongkok-Indonesia dan
Tiongkok-ASEAN.
Tahun-tahun terakhir ini, dalam
situasi ekonomi internasional yang semakin rumit dan cepat
berubah, Tiongkok bersikap aktif untuk menghadapi berbagai
tantangan, dan berhasil mempertahankan
perkembangan ekonomi secara kontinen dan pesat.
Kami dapat sukses mengcegah dampak Krismon Asia, dan pada
tahun yang lalu, perkembangan ekonomi menunjukkan titik
balik yang penting. Sejak tahun ini, di mana laju
perkembangan ekonomi dan perdagangan internasional melambat
secara nyata, perkembangan ekonomi Tiongkok tetap
mempertahankan tendensi yang baik. Pada tiga tribulan yang
lalu, GDP bertambah sebanyak 7,6% dibandingkan masa sama
tahun lalu, dan dapat diprediksikan akan bertambah 7%
seluruh tahun ini; Pendapatan fiancial bertambah sebanyak
24,2%, investasi asset menetap bertambah 18,2%, volume
perdagangan pereceran barang-barang konsumsi bertambah
10,1%. Indeks harga barang-barang komsumsi meningkat 1%;
Volume impor-ekspor sebanyak US$ 376,4 miliyar, bertambah
9%, di antaranya, volume impor sebanyak US$ 181,4
miliyar, bertambah 11,2%, dan volume ekspor sebanyak US$ 195
miliyar, bertambah 7%; investasi langsung luar negeri US$
49,4 miliyar, bertambah 34,4%. Sampai sekarang, total
cadangan devisa sudah melampaui US$ 200
miliyar.
Hasil-hasil tersebut dapat tercapai
berkat kami mempertahankan pedomen untuk memperluas
kebutuhan domestik, menjalankan kebijakan fiansial yang
aktif dan kebijakan moneter yang mantap, dan senantiasa
memperhatikan intensitas yang diperlukan. Di samping itu,
kami juga mendorong maju reformasi dan keterbukaan serta
menjalankan restrukturisasi ekonomi dengan tanpa kehilangkan
kesempatan apa pun. Hasil-hasil itu juga membuktikan bahwa
ekonomi Tiongkok mampu mengatasi segala kesulitan dan
tantangan.
Ketika umat manusia melangkah
memasuki abad baru, ekonomi Tiongkok juga memasuki suatu
fase perkembangan yang baru. Kami akan dengan sekuat tenaga
untuk melaksanakan strategi restrukturisasi ekonomi,
strategi pengembangan besar-besaran Kawasan Barat, strategi
pembangunan negara dengan iptek dan pendidikan serta
strategi pengembangan berkelanjutan, secara teguh medorong
maju reformasi sistim ekonomi market-oriented. Tiongkok akan
segera bergabung dengan WTO, dan akan menjalankan
keterbukaan pada jenjang yang lebih mendalam dan bidang yang
lebih luas. Semua ini akan menambah daya pengembangan yang
kuat kepada ekonomi Tiongkok untuk berkembang secara
kontinen.
Namum, Tiogkok mempunyai penduduk
hamir 1,3 miliyar. Meskipun ekonominya berkembang pesat,
pendapatan perkapita masih tetap relatif rendah dan jalan
perkembangan masih panjang. Semakin berkembang dan
menguatnya ekonomi Tiongkok sama sekali bukan merupakan
ancaman bagi negara mana pun, melainkan adalah hal yang
bermanfaat bagi perdamaian, kestabilan dan
perkembangan.
Tiongkok dan Indonesia saling
berhadapan di dua seberang laut, dan sudah lama menjalinkan
persahabatan tradisional. Kedua negara kita juga sama-sama
merupakan negara berkembang besar yang pempunyai pasar
domestik besar, maka prospek kerja sama antara kedua pihak
sangatlah luas. Dengan segala senang hati, kami menyaksikan
bahwa tahun-tahun terakhir ini, volume perdagangan antara
dua negara mencapai US$ 7,46 miliyar pada tahun yang lalu, 7
kali lipat lebih dari pada yang tercapai pada tahun
pemulihan hubungan diplomatik. Tiongkok sudah menjadi mitra
perdagangan Indoneisa yang nomor 5. Investasi Tiongkok di
Indonesia pun semakin meningkat dari tahun ke
tahun.
Kerja sama ekonomi Tiongkok-ASEAN juga
memperoleh kemajuan besar. Volume perdagangan pada tahun
yang lalu mencapai US$ 39,52 miliyar, dan pada tiga triwulan
pertama tahun ini mencapai US$ 30,3 miliyar, bertambah
sebanyak 6,8% dibandingkan masa sama tahun lalu. Dalam
situasi sekarang di mana laju pertumbuhan ekonomi dunia
melambat secara nyata, maka tidaklah mudah untuk mencapai
prestasi seperti itu.
Pada abad yang baru ini,
kerja sama Tiongkok-Indonesia dan Tiongkok-ASEAN pantas
ditingkatkan ke suatu peringkat baru. Untuk itu, saya ingin
mengajukan beberapa usulan:
Pertama,
memanfaaatkan berbagai cara untuk memperluas kerja sama
perdagangan Tiongkok-Indonesia. Hasil produksi sumber daya
alam dari Indonesia seperti minyak bumi mentah, pulp, minyak
kelapa sawit, kayu dan lain-lainnya mempunyai pasar luas di
Tiongkok. Begitu juga hasil produksi Tionkok seperti mesin,
elektronik, tekstil, komoditi awet dan lain-lainnya juga
sangat diminati oleh rakyat Indonesia. Maka masih ada banyak
hal yang dapat dilakukan untuk memperluas skala perdagangan
antara dua negara. Kita harus mengembangkan sepunuhnya
mekanisme kerja sama bilateral yang tersedia, mendukung
perusahaan kedua pihak secara aktif melajukan impor-ekspor
antara pengusaha dua pihak. Perjanjian penghindaran Pajak
Berganda antara Tiongkok-Indonesia yang ditandatangani kali
ini juga akan bermanfaat untuk mendorong maju perdagangan
dan investasi kedua negara.
Kedua,
mengintensifkan kerja sama di bidang pertanian, energi,
eksploitasi dan pariwisata sebagai titik beratnya. Tiongkok
dan Indonesia sama-sama merupakan negara berpenduduk banyak
yang dasar pembanguannya terletak pada bidang pertanian,
maka dipergiat kerja sama di bidang pertanian sangat penting
artinya.. MOU Kerja Sama Pertanian yang baru ditandatangani
meletakkan fondasi yang baik untuk memperlanjutkan kerja
sama di bidang pertanian. Indonesia merupakan negara yang
mempunyai paling banyak sumber daya energi dan sumber daya
alam lainnya di Asia Tenggara, juga sedang dengan sekuat
tenaga untuk membangun infrastruktur seperti rel kereta api,
pelabuan dan pusat pembangkitan listrik. Sedangkan Tiongkok
mempunyai teknik matang dan pengalaman kaya di bidang
pembanguna infrastruktur. Kedua pihak kita dapat mendorong
kerja sama yang saling menguntungkan dengan menggunakan
berbagai cara seperti mengeksploitasi bersama, mengontrak
proyek dan lain sebagainya. Selain itu, kemarin juga
ditandatangani Perjanjian Kerjasama Kebudayaan dan MOU
Pelaksanaan Perjalanan Wisata Luar Negeri Warga Negara
Republik Rakyat Tiongkok ke Indonesia, kedua dokumen
tersebut juga dapat meningkatkan pertukaran kebudayaan
antara dua negara dan memperdalamkan saling pengertian
antara rakyat kedua negara.
Ketiga,
bersama-sama mendorong kerjasama Tiongkok-ASEAN. Beberapa
hari yang lalu, dalam pertemuan ke-5 pemimpin ASEAN-Tiongkok
yang digelar di Brunei, kita telah sepakat untuk menetapkan
beberapa bidang sebagai titik berat kerja sama pada awal
abad baru, di antranya seperti pertanian, telekomunikasi,
pengembangan sumber daya manusia, saling investasi dan
pengembangan daerah aliran sungai Mekong, dan juga telah
sepakat untuk mendukung dibangunnya Kawasan Bebas
Perdagangan Tiongkok-ASEAN. Tiongkok bersedia berupaya
bersama negara-negara anggota ASEAN, menyempurnakan
mekanisme kerja sama secara lebih lanjut, terus-menerus
memperkaya makna kerja sama, serta mendorong maju hubungan
ekonomi dan perdagangan Tiongkok-ASEAN.
Abad
baru sudah disingkap tabirnya. Sebagaimana sering dikatakan
bahwa “suatu permulaan yang baik berarti sudah 50%
sukses dari suatu pekerjaan”. Dengan upaya bersama
dari kita semua, kerja sama ekonomi Tiongkok-Indonesia dan
Tiongkok-ASEAN pasti dapat terus diperluas dan terus dibawa
ke peringkat yang baru.
Sekian dan terima kasih.
|