Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Terkini Aktivitas Kedubes
 
Home > Aktivitas Kedubes
Sambutan Y.M. Bapak Xie Feng dalam Upacara Pembukaan China High Speed Railway on Fast Track Exhibition
2015/08/13

Yang Mulia Menteri BUMN Rini Soemarno,

Yth Kepala Insinyur Perusahaan Kereta Api China Bapak He Huawu,

Ibu-ibu, Bapak-bapak, dan teman-teman sekalian,

Selamat pagi!

Pertama-tama, izinkan saya atas nama Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia mengucapkan selamat datang kepada para hadirin yang terhormat dari kalangan pemerintah, bisnis, think tank dan media. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Perusahaan Kereta Api China (CRC) yang mencurahkan perhatian dan upaya dalam penyelenggaraan pameran kereta cepat hari ini.

Di Tiongkok terdapat satu pepatah berbunyi "kalau ingin kaya, bangunlah jalan terlebih dahulu". Tiongkok mulai membangun kereta cepat sejak tahun 2003. Dengan pembangunan kereta cepat secara skala besar, kini jarak operasi rel kereta cepat Tiongkok telah melampaui 17 ribu kilometer, menduduki 55% dari jumlah total jarak operasi rel kereta cepat tinggi sedunia. Jarak jalur kereta cepat yang berkecepatan 300 km per jam mencapai 9.6 ribu km, sekitar 60% dari total jalur kereta cepat di seluruh dunia. Saat ini, tiap tahun kereta cepat di seluruh dunia mengangkut penumpang 1.7 miliar orang, di antaranya kereta cepat Tiongkok mengangkut penumpang 0.91 miliar orang. Ketiga data ini sudah melebihi 50% dari data sedunia. Tiongkok merupakan satu-satunya negara yang berhasil membangun dan mengelola kereta cepat dengan kecepatan 350km/h, dan juga merupakan satu-satunya negara yang berhasil mengelola kereta cepat di kawasan tropis, temperat, dan dingin. Tiongkok sudah membangun kereta cepat Hainan, di mana kondisi iklim dan geologis mirip dengan Indonesia. Kereta cepat dengan panjang total 308 km ini sudah berhasil beroperasi selama 5 tahun. Kini Tiongkok telah memiliki jaringan kereta cepat yang terpanjang, tercepat, paling maju dan berpengalaman di dunia. Pembangunan kereta cepat tidak hanya memudahkan kehidupan masyarakat, tetapi juga menjadi engine penting dalam perkembangan ekonomi Tiongkok. Selama dasawarsa terakhir ini, peringkat Tiongkok yang dulu sebagai kekuatan ekonomi terbesar keenam di dunia sudah ditingkat menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Pada tahun 2003, GDP per kapita Tiongkok baru mencapai 1000 USD, jauh lebih kurang dari Indonesia sekarang, sementara pada tahun 2014 angka ini telah meningkat menjadi 7500 USD dolar. Kereta cepat memberikan kontribusi nyata kepada kesejahteraan dan kemajuan Tiongkok. Sekarang GDP perkapita Indonesia sudah mencapai 3531 dolar, jauh lebih banyak dari pada kondisi Tiongkok tahun 2003. Saya yakin bahwa, kereta cepat juga akan memberikan kontribusi besar kepada kemakmuran dan kemajuan Indonesia.

Ibu-ibu dan Bapak-bapak, Tiongkok dan Indonesia sedang aktif mengadakan diskusi mengenai kerja sama pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pada awal minggu ini, utusan khusus Presiden Xi Jinping, Chairman Xu Shaoshi dari National Development and Reform Commision Tiongkok sudah menyerahkan laporan studi kelayakan kepada Presiden Joko Widodo. Pihak Tiongkok menyampaikan proposal pembangunan dan pengelolaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang cukup kompetitif. Kami penuh keyakinan bahwa Tiongkok akan menjadi mitra kerja sama Indonesia yang terbaik.

Pertama, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dibangun Tiongkok dan Indonesia akan menjadi jalan yang mendorong pertumbuhan. Di sepanjang jalur kereta cepat ini, ekonomi sangat aktif, dan jumlah penduduk cukup banyak, makanya Kereta Cepat Jakarta-Bandung mempunyai sustainabilitas dan peluang ekonomi yang cukup optimis. Menurut perkiraan ITB, pada tahap awal beroperasi, sebanyak 44,000 penumpang akan mengguna kereta cepat ini. Kalau dihitung dengan harga tiket Rp 200,000/orang, pendapatan tiket pertahun bisa mencapai 3.2 triliun rupiah. Jika penumpang terus bertambah, kondisi pengelolaan pasti lebih memuaskan lagi.Jarak Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung hampir sama dengan Kereta Cepat Beijing-Tianjin, yang rampung dalam tiga tahun dan mendapat keuntungan setelah beroperasi selama 6 tahun. Kereta Cepat Beijing-Shanghai sepanjang 1316 kilometer, rampung 5 tahun dan langsung mendapat keuntungan setelah 3 tahun beroperasi. Tiongkok bersedia mendorong Kereta Cepat Jakarta-Bandung berkembang secara berkelanjutan melalui berbagi pengalaman pembangunan dan pengelolaan kami dengan Indonesia.

Efek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi cukup menonjol. Program ini akan mendorong perkembangan industri-industri pendukung antara lain melting, manufaktur, infrastruktur, listrik, elektronik, dan layanan, menciptakan lowongan kerja dan meningkatkan pendapatan pemerintah. Menurut perkiraan awal, pembangunan kereta cepat ini akan menciptakan 40,000 lowongan kerja setiap tahun. Stasiun-stasiun dan kawasan disekitarnya bisa dikembangan. Industri perumahan akan menyambut peluang perkembangan yang baru. Kereta cepat ini juga bermanfaat untuk mendorong penyeimbangan perkembangan antar kota dan desa dengan terbentuknya koridor ekonomi Jakarta-Bandung di sepanjang jalur ini. Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga bisa mempercepat perkembangan pariwisata. Saya yakin nanti akan ada lebih banyak turis dalam negeri mampun luar negeri mengunjungi kota Bandung dengan mengcoba kereta cepat pertama di Indonesia bahkan Asia Tenggara yang beroperasi dengan kecepatan 350 km/h ini.

Kedua, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menjadi jalan yang menyejahterakan masyarakat. Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menghubungkan pusat kota Jakarta dan Bandung. Jalanan yang biasanya meenggunakan 3 sampai 5 jam itu bisa ditempuh dalam waktu 36 menit sehingga tercipta efek "satu kota". Kota Jakarta ramai dan penuh kesempatan, sedangkan kota Bandung sejuk dan pebuh rasa historis. Jika Kereta Cepat Jakarta-Bandung berhasil dibangun, mimpi bekerja di Jakarta dan tinggal di Bandung pasti bisa diwujudkan.

Menurut rencana Tiongkok, 3 stasiun kereta cepat akan dibangun di kota Jakarta. Di antaranya, stasiun Gambir sebagai stasiun umum, lokasinya di samping pusat admisnistrasi dan Monas, dengan jumlah penumbang besar; Stasiun Manggarai dibangun sebagai pusat jalur kereta cepat juga akan ada banyak penumbang, stasiun Halim dekat dengan bandara dan akan konekesi dengan LRT di masa depan, dan ini juga akan mempermudahkan masyarakat di kawasan tenggara Jakarta untuk naik kereta cepat. Recana tata ruang tersebut juga akan mempermudah masyarakat dengan tingkat pendapatan beda dan masyarakat dari kawasan beda untuk naik kereta. Jalur kereta cepat yang terletak di wilayah Jakarta sepanjang 10 km, oleh karena itu, Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga akan mengurangi kemacetan Jakarta, dengan efektif memberikan keuntungan kepada masyarakat lokal baik di bidang sosial maupun ekonomi. Kereta cepat pakai tenaga listrik yang hemat dan ramah lingkungan. Cara hidup ini lebih baik untuk mengurangi polusi, hemat energi dan memperbaiki lingkungan hidup di kawasan sekitar Jalur Rel.

Saya tahu bahwa anda sangat memperhatikan qualitas dan keamanan kereta cepat, mungkin masih ada yang bisa ingat kecelakaan kereta cepat yang pernah terjadi di Tiongkok pada tahun 2011. Kereta cepat sebagai perlengkapan transportasi ukuran besar, menanggung keamanan jiwa banyak orang. Saya bisa berjanji bahwa, baik di Tiongkok maupun di luar negeri, pihak Tiongkok selalu percaya bahwa qualitas dan keamanan adalah prisipal pembangunan kereta cepat. Kalau kita analisis dengan membandingkan jumlah kecelakaan dengan data jarah tempuh, kita akan dapat kesimpulan yang lebih obyektif. Misalnya, biasanya kalau saya jalan ke luar saya punya sopir, sementara waktu saya mengemudi sendiri kurang dari setengah jam tiap minggu, dan tidak pernah ada kecelakaan. Sementara sopir saya tiap hari mengemudi mobil, tahun demi tahun, dan tiba-tiba tejadi satu kecelakaan. Apakah ini berarti bahwa saya lebih pandai mengemudi dari pada sopirku? Jawabanya ternyata bukan. Sebenarnya, setiap hari terdapat 7000 unit kereta api penumpang beroperasi di Tiongkok, 3000 di antaranya adalah kereta cepat. Menurut statistik Perserikatan Rel Internasional(UIC), salam 10 tahun belakangan ini, presentase kecelakaan kereta api Tiongkok adalah 0.02 luka atau kematian per miliar km, dan data ini mencatat tingkat terendah seluruh dunia. Pembangunan Jalur Kerta Api Jakarta-Bandung akan dilakukan oleh BUMN kedua negara yang tersohor, dengan standar yang tertinggi, teknologi yang termaju, supaya kita bisa jaga keamanan.

Ketiga, Jalur Kereta Cepat yang dibangun bersama Tiongkok Indonesia akan menjadi satu jalan yang saling menguntungkan. Pihak Tiongkok dan pihak Indonesia akan mendirikan perusahaan bersama (joint venture) untuk melakukan pembangunan dan pengelolaan kereta Cepat Jakarta-Bandung. Paradigma ini berbeda dengan cara EPC, dan minimumnya milik keunggulan sebagai berikut. Pertama, lebih sejalan deng permintaan pragmatis Indonesia, tidak pakai anggara pemerintah, dan tidak usah jaminan kedaulatan. Kedua, dengan komposisi saham Indonesia memegang 60% dan Tiongkok memegang 40%, kedua pihak akan bersama untung dan bersama menanggung rugi, sehingga menjadi satu badan senasib sepenanggungan. Ketiga, syarat rencana kredit fanansial\ harga dan IRR( Internal Ratio of Return), untuk menjamin proyek ini berkembang dengan berkelanjutan. Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah anak gandung kedua belah pihak, anak kereta cepat ini akan lahir di Indonesia, dibesarkan di Indonesia. Karena Indonesia memegang saham lebih banyak, anak ini punya nama Indonesia, misalnya Bagus. Tiongkok dan Indonesia pasti akan dengan hati-hati melindungi dan memelihara anak ini, mempreoritaskan ia tumbuh dengan sehat, kemudia barulah mencari nafkah.

Tiongkok mempunyai 5 tujuan dalam pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pertama, berhasil membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan bekerja sama dengan perusahaan Indonesia. Dalam proses pembangunan, kami akan semaksimal mungkin menggunakan material, perlengkapan, teknik dari Indonesia dan mengerjakan personel Indonesia di bidang konstruksi, teknik dan pengelolaan. Dalam pembangunan tersebut, elemen lokal bisa mencapai 60%. Menurut perkiraan kami, pembangunan kereta ini akan menciptakan 40,000 lowongan kerja. Kedua, kami akan membantu Indonesia untuk membina satu tim ahli yang mampu merancang, mengoperasi dan mengelola kereta cepat dalam proses pembangunan. Untuk hal ini sudah ditandatangani perjanjian kerja sama antara kosorsium Tiongkok dan Indonesia mengenai pelatihan terhadap personel Indonesia. Staf teknik di berbagai bidang misalnya lokomotif, komunikasi, signaling, maintenance, dan power supply bisa datang ke Tiongkok kapan saja. Ketiga, kami akan membantu Indonesia untuk mengembangan kapasitas perakitan dan produksi rolling stocks kereta cepat. Keempat, kami akan membantu pihak Indonesia menyusun sistem standar produk, pengelolaan dan teknik. Kelima, kedua pihak bekerja sama untuk merintis pasar ketiga, khususnya pasar di Negara-negara ASEAN.

Hal yang ingin saya titikberatkan adalah, standar yang digunakan oleh kereta cepat Tiongkok sesuai dengan standar teknik dari International Organization for Standards, International Electrotechnical Commission dan International Union of Railways. Teknologi Alsthom, Siemens dan Bombardier juga compatible dengan teknologi kami. Bekerja sama dengan Tiongkok berarti membuka pasar Indonesia kepada pesaing yang lain. Kecuali Tiongkok, Indonesia bisa memilih negara yang lain sebagai pengganti Tiongkok. Tapi teknik suatu negara, yang bersifat menutup dan isolasi, tidak compatible dengan standar dunia. Kalaupun Indonesia benar-benar kurang puas, Indonesia tidak bisa tidak menggunakan komponen dan layanan negara itu yang cukup mahal. Kalau dibandingkan dari segi ini, teman-teman semua pasti bisa mengambil pilihan yang lebih sesuai dengan interest Indonesia.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu,

Pada 17 Agustus, kita akan merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Pada bulan dan tahun yang sangat historis ini, kita berharap bersama dengan pihak Indonesia memulaikan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. 60 tahun yang lalu, di bawah pimpinan Presiden Soekarno, pihak Indonesia secara sukses menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika dan memberikan sumbangan penting bagi perdamaian dan kerja sama dunia. Kini, 60 tahun berlalu, di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo, kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung akan melajukan perkembangan ekonomi Indonesia, mendatangkan kesejahteraan bagi rakayat Indonesia, dan membuka halaman baru bagi bangsa Indonesia. Kereta cepat Jakarta-Bandung yang dibangun bersama-sama oleh Tiongkok dan Indonesia akan menjadi simbol baru kerja sama kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-Indonesia, titik permulaian baru kerja sama di berbagai bidang termasuk infrastruktur, kapasitas produksi dan investasi, juga mata rantai baru yang mendekatkan jarak anatar rakyat kedua negara kita. Kereta cepat ini akan menyaksikan persahabatan rakyat Tiongkok dan rakyat Indonesia, yang bertujuan berkembang bersama, makmur bersama dan maju bersama. Tiongkok dan Indonesia akan senantiasa menjadi tetangga baik, sahabat baik dan mitra baik. Terima kasih!

Suggest to a friend
  Print