Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Tentang Tiongkok Berita Kedubes
 
Home > Topik Khusus > Masalah Taiwan
Apa Persoalan Taiwan?
2006/02/01

Taiwan terletak di laut, arah tenggara dari Daratan China, menghadapi Lautan Pasifik di timur, dibatasi oleh selat Taiwan dengan propinsi Fujian(Hokien), China. Luas wilayah seluruh pulau 36 ribu kilometer persegi. Persoalan Taiwan identik dengan 3 sisi masalah, masing-masing sebagai berikut,

1) Persoalan Taiwan merupakan persoalan peninggalan dari perang saudara China. Oleh karena itu absolut merupakan urusan dalam negeri China. Pada tanggal 1 Oktober tahun 1949, setelah Republik Rakyat China didirikan, sebagian personel militer maupun sipil dari Partai Nasional (Kuomingtang) mundur dan mengasingkan diri ke Taiwan sebab kalah perang. Mereka didukung oleh pemerintah Amerika dan menduduki dan mempertahankan Taiwan dengan kekerasan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemerintah RRC, dengan Beijing sebagai ibu kotanya, adalah satu-satunya pemerintah yang sah dan mewakili seluruh rakyat China. Hubungan antara pihak pemerintah China dengan pihak yang berwenang di Taiwan harus diurus oleh rakyat China sendiri, yang hidup di dua belah selat Taiwan.

2) Persoalan Taiwan merupakan persoalan yang dihadapi oleh pemerintah dan rakyat China, dalam mempertahankan kedaulatan negara, integritas teritorial, menjaga kewibawaan bangsa dan menentang campur tangan dari luar. Pemerintah Amerika harus patut pada prinsip yang ditentukan dalam Tiga Pernyataan Bersama China-Amerika, membetulkan dan menghentikan berbagai perbuatannya yang salah, yaitu mempergunakan persoalan Taiwan untuk mencampuri urusan dalam negeri China, menghalangi reunifikasi China.

3) Sifat persoalan Taiwan adalah pertentangan antara disintegritas dengan anti disintegritas, antara "Taiwan merdeka" dengan anti "Taiwan merdeka, terfokus pada pertentangan seputar "satu China" atau "dua China". Baik pemerintah maupun rakyat China memegang teguh prinsip satu China. Tipu muslihat apapun yang bermaksud memecahbelahkan negara dan bangsa China, ataupun yang ingin menciptakan "dua China", "satu China satu Taiwan" atau "Taiwan merdeka", akan ditentang oleh rakyat dan negara.

Pedoman yang dipegang pemerintah China dalam menyelesaikan persoalan Taiwan berbunyi "reunifikasi secara damai, satu negara dua sistem". Singkat kata, merealisasikan reunifikasi negara melalui cara yang damai, dalam satu negara kesatuan, diperbolehkan eksistensi secara bersama dua sistem, yaitu Sosialisme dan Kapitalisme. China Daratan selaku bagian utama menerapkan sistem sosialisme, sedangkan Taiwan, Hongkong, Makau menerapkan sistem Kapitalisme dalam wilayahnya. Kedua sistem sosial ini akan berada bersamaan dalam jangka waktu yang cukup panjang, tanpa saling menelan.        
 
                 

Suggest to a friend
  Print