| Tiongkok dan India Bergandengan Tingkatkan Kerja Sama | ||
| (2013-05-20) | ||
Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang memulai kunjungan resminya ke India kemarin (19/5). India merupakan negara pertama yang dikunjungi Li Keqiang sejak menjabat sebagai Perdana Menteri Tiongkok. Hal ini memperlihatkan perhatian besar Tiongkok terhadap hubungan dengan India. Tiongkok dan India merupakan negara tetangga yang memiliki sejarah pergaulan dan persahabatan yang panjang. Setelah memasuki abad baru, pemimpin kedua negara berusaha memperluas kerja sama bilateral dengan sikap pragmatis. Hubungan bilateral Tiongkok dan India terus berkembang secara stabil dalam beberapa tahun terakhir. Tiongkok dan India memandang penting hubungan bilateral dengan berlandaskan pandangan sejarah dan realitas. Sebagai dua negara berkembang terbesar di Asia, baik Tiongkok maupun India menghadapi tantangan mengembangkan ekonomi dan memperbaiki kesejahteraan rakyat. Kerjasama dan persaingan antara kedua negara tak terhindarkan, namun program kerja sama selalu jauh melampaui persaingan. Kerja sama telah membawa manfaat yang signifikan bagi kedua negara. Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok dan India telah mencapai hasil besar dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Dalam sepuluh tahun pertama pada abad ke-21, volume perdagangan kedua negara meningkat hampir 20 kali lipat. Volume perdagangan Tiongkok dan India pada tahun 2012 mencapaiUS$ 66,5 miliar. Tiongkok merupakan mitra perdagangan terbesar kedua bagi India, sedangkan India menjadi mitra perdagangan terbesar di kawasan Asia Selatan bagi Tiongkok. India dan Tiongkok menargetkan volume perdagangan bilateral sebesar US$ 100 miliar pada tahun 2015 mendatang. Selain itu, kedua negara terus meningkatkan kerja sama dalam urusan internasional, dan saling berkolaborasi dalam menghadapi krisis moneter, perubahan iklim, ketahanan energi dan bahan pangan serta pemberantasan terorisme. Tiongkok dan India bersatu untuk memelihara kepentingan negara-negara berkembang. Tiongkok dan India membutuhkan lingkungan yang damai dan tenteram untuk mencapai target pembangunan negara. Jika terjadi konflik antara India dan Tiongkok, maka hal itu pasti tidak menguntungkan bagi pembangunan ekonomi kedua raksasa ini, juga tidak sesuai dengan kepentingan kedua negara. Yang menggembirakan ialah pemimpin Tiongkok dan India telah menyadari pentingnya pemeliharaan keharmonisan , dan pengendalian masalah perbatasan dalam batas yang wajar. Dalam hal ini, kedua negara sependapat untuk memelihara perdamaian dan ketenteraman di daerah perbatasan. Baik Tiongkok maupun India berpendapat bahwa masalah perbatasan tidak boleh mempengaruhi perkembangan menyeluruh hubungan kedua negara. Ini menunjukkan sikap matang kedua negara besar tersebut dalam membina hubungan antar negara Saat ini, situasi internasional telah mengalami perubahan drastis. Kawasan Asia mengalami kebangkitan pesat. Semua ini telah membawa peluang bagi perkembangan hubungan Tiongkok dan India. Peningkatan kerja sama antara kedua negara, khususnya pada saat ekonomi Eropa dan Amerika melesu, akan semakin meningkatkan peranan negara-negara BRICS dalam pembangkitan ekonomi dunia. Kunjungan Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang ke India adalah kunjungan yang bersifat pragmatis. Dalam kunjungan tersebut kedua pihak akan menandatangani paket kesepakatan kerja sama terkait ekonomi dan perdagangan, termasuk kerja sama di bidang penghematan energi, pelestarian lingkungan, pembangunan jalan kereta api, tenaga listrik dan pendanaan modal. Pengembangan hubungan Tiongkok-India memiliki arti yang realistis dan strategis dalam jangka panjang. Hal itu pasti akan membawa manfaat bagi kesejahteraan rakyat kedua negara. Pada abad ke-21, Asia semakin meningkatkan posisinya di bidang ekonomi dan politik dunia, bahkan telah menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dunia. Peningkatan kerja sama antara Tiongkok dan India bukan hanya mendatangkanharapan bagi Asia, tapi juga mendatangkanharapan bagi dunia. Kunjungan Li Keqiang ke India kali ini dipercaya akan memperkokoh hubungan kemitraan kooperatif strategis Tiongkok dan India, sehingga akan memberikan daya pendorong yang kuat bagi pembangunan dan kemakmuran Asia serta dunia. | ||
|








